Puluhan warga di Suriah bagian Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna menuntut kejelasan nasib kerabat mereka yang disebut-sebut ditahan oleh pasukan Israel dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Aksi tersebut berlangsung di depan markas pasukan pengamat PBB atau United Nations Disengagement Observer Force (UNDOF) yang berlokasi di kawasan Naba' al-Fawwar dan Kegubernuran Quneitra, Suriah. Para peserta aksi tampak membawa foto-foto kerabat mereka serta spanduk yang berisi tuntutan agar pihak berwenang segera memberikan informasi mengenai tempat penahanan dan kondisi para tahanan.
Hingga saat ini, keluarga para korban menyatakan belum mendapatkan informasi resmi apa pun dari pihak berwenang. Salah seorang peserta aksi mengungkapkan bahwa sedikitnya 47 orang masih belum diketahui keberadaannya setelah ditahan oleh pasukan Israel.
Sementara itu, berdasarkan berbagai laporan, dalam setahun terakhir pasukan Israel meningkatkan aktivitas militernya di sejumlah wilayah Quneitra. Langkah tersebut mencakup pendirian pos-pos pemeriksaan dan pelaksanaan operasi keamanan di daerah tersebut. Namun, hingga laporan ini disusun, militer Israel belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan penahanan warga Suriah tersebut.
Artikel Terkait
Lebih dari Seribu Gempa Susulan Guncang Sigi Sepekan Pascagempa M6,7
Perampok Sekap Lansia 62 Tahun di Malang, Gasak Mobil Honda Jazz
Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2026 Naik 5,7 Persen, Kota Bekasi Catat UMK Tertinggi Rp5,9 Juta
Dishub Sediakan Parkir Khusus Ojol di Gedung Usai Viral Penertiban di Jakarta Timur