Hubungan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni yang semula berjalan harmonis kini memasuki fase ketegangan setelah Trump melontarkan pernyataan kontroversial yang menyebut Meloni “memohon” untuk berfoto bersamanya.
Pada Januari 2025, saat Trump dilantik untuk masa jabatan keduanya sebagai presiden AS, Meloni menjadi satu-satunya pemimpin Eropa yang mendapat undangan khusus untuk menghadiri upacara tersebut. Kehadirannya kala itu menjadi simbol kedekatan personal dan politik di antara kedua tokoh sayap kanan tersebut.
Namun, situasi mulai berubah drastis satu setengah tahun kemudian. Ketegangan pertama kali muncul ketika konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran pecah. Perang tersebut berdampak langsung pada perekonomian Eropa dan membangkitkan kembali sentimen anti-perang yang kuat di Italia, menempatkan Meloni dalam posisi yang sulit di hadapan publik domestiknya.
Harapan untuk memperbaiki hubungan sempat muncul menjelang Konferensi Tingkat Tinggi G7 di Prancis. Akan tetapi, semua ekspektasi tersebut runtuh setelah Trump menyatakan dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi Italia bahwa Meloni telah “memohon” kepadanya untuk diabadikan dalam sebuah foto bersama.
Meloni dengan tegas membantah klaim tersebut. Dalam pernyataannya, ia menuduh Trump telah mengarang cerita dan menunjukkan sikap yang lebih menghormati musuh-musuh Barat dibandingkan dengan sekutu-sekutu lamanya.
“Ada satu hal yang harus dia ingat: baik saya maupun Italia tidak pernah memohon,” ujar Meloni dalam pernyataan yang dikutip oleh kantor berita internasional.
Kemenangan Trump pada pemilu 2024 semula membuka peluang bagi Meloni untuk menjalin hubungan istimewa dengan Gedung Putih. Trump kerap melontarkan pujian kepada Perdana Menteri Italia tersebut dalam berbagai kesempatan, menyebutnya sebagai “pemimpin dan pribadi yang fantastis”, “wanita muda yang cantik”, “politisi yang sangat sukses”, dan “inspirasi bagi semua orang.”
Bahkan ketika Trump memberlakukan tarif besar-besaran terhadap Uni Eropa, hubungan keduanya tetap terjaga. Meloni juga secara konsisten menghindari kritik publik terhadap Trump, berbeda dengan para pemimpin Eropa lainnya yang mulai resah atas sikap AS yang enggan merangkul Ukraina dalam perang melawan Rusia serta keengganannya menekan Israel untuk mengakhiri konflik di Gaza.
Namun, situasi memburuk secara tajam pada April ketika Trump melancarkan serangan verbal terhadap Paus Leo yang sebelumnya mengkritik konflik di Iran. Meloni membela Paus, dan langkah tersebut mendorong Trump untuk menuduhnya kurang memiliki keberanian dalam menghadapi tekanan politik.
Artikel Terkait
Menteri Perumahan Tingkatkan Alokasi Bedah Rumah di Jakarta dari 158 Jadi 10.000 Unit
Gubernur Pramono Perluas Program Transportasi dan Wisata Gratis untuk Seluruh Pemegang KTP Indonesia
Menteri ESDM Pastikan Pasokan Batu Bara Aman, Pemadaman Listrik karena Gangguan Teknis PLN
Kemenkes Bantah Tuduhan Penggelembungan Anggaran Alat Hemodialisis di RSUD Krui