Pakistan Mediasi Putaran Baru Perundingan Iran-AS di Swiss, Fokus pada Program Nuklir dan Gencatan Senjata Lebanon

- Minggu, 21 Juni 2026 | 10:10 WIB
Pakistan Mediasi Putaran Baru Perundingan Iran-AS di Swiss, Fokus pada Program Nuklir dan Gencatan Senjata Lebanon

Pakistan kembali mengambil peran sebagai mediator dalam putaran lanjutan perundingan antara Iran dan Amerika Serikat, dengan menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi kesepakatan damai yang telah ditandatangani kedua negara. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bersama Kepala Staf Angkatan Darat Marsekal Asim Munir telah bertolak ke Burgenstock, Swiss, untuk menghadiri pembicaraan tingkat tinggi yang mempertemukan delegasi Iran dan Amerika Serikat.

Kementerian Luar Negeri Pakistan, melalui pernyataan resmi yang diunggah di platform media sosial X, mengonfirmasi bahwa Qatar juga dijadwalkan turut serta dalam perundingan tersebut. Dalam pernyataan yang sama, Pemerintah Pakistan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan memajukan implementasi kesepahaman yang telah dicapai antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat.

Sementara itu, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance telah lebih dulu tiba di Swiss untuk melakukan pembicaraan dengan pihak Iran. Ia menyatakan bahwa agenda utama negosiasi mencakup pembahasan mengenai program nuklir Iran serta upaya mewujudkan gencatan senjata di Lebanon. "Saya pikir kita mudah-mudahan akan membuat kemajuan dalam masalah nuklir, membuat kemajuan dalam masalah gencatan senjata Lebanon. Itu adalah dua hal besar yang menurut saya harus kita fokuskan," ujar Vance kepada wartawan sebelum keberangkatannya dari Pangkalan Gabungan Andrews, Amerika Serikat.

Di sisi lain, tim negosiator Iran juga telah berangkat menuju Swiss. Kantor berita resmi IRNA melaporkan keberangkatan delegasi tersebut, sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti dan menuntut implementasi komitmen pihak lain berdasarkan kesepakatan yang telah dirundingkan sebelumnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar