Belgia dan Iran Berebut Kemenangan di Tengah Tekanan Mental dan Krisis Lini Depan

- Minggu, 21 Juni 2026 | 06:00 WIB
Belgia dan Iran Berebut Kemenangan di Tengah Tekanan Mental dan Krisis Lini Depan

Tekanan mental yang sangat besar membayangi duel Belgia melawan Iran dalam lanjutan Grup G Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Inglewood, California, pada Senin (22/6) dini hari WIB. Bagi Belgia, beban itu datang dari trauma kegagalan empat tahun lalu di Qatar ketika mereka tersingkir di fase grup. Sementara itu, Iran harus bergulat dengan tekanan di luar lapangan akibat perlakuan otoritas Amerika Serikat yang membatasi pergerakan mereka.

Iran sebenarnya telah mendapat jaminan dari FIFA bahwa mereka akan tiba di Los Angeles dua hari sebelum pertandingan kedua melawan Belgia. Namun, jaminan itu tidak diindahkan oleh pemerintah AS. Akibatnya, untuk kedua kalinya, tim asuhan Amir Ghalenoei harus menjalani perjalanan pulang-pergi antara Tijuana, Meksiko, dan Los Angeles dalam waktu 24 jam. Tijuana menjadi markas darurat Iran setelah sebelumnya mereka direncanakan bermarkas di Tucson, Arizona, tetapi ditolak oleh kebijakan Presiden Donald Trump yang melarang mereka berada lebih dari sehari di wilayah AS.

Federasi sepak bola Iran telah mengajukan surat keluhan resmi kepada FIFA atas perlakuan tersebut. Ini menjadi serangan mental kedua yang dialami Mehdi Taremi dan kawan-kawan setelah sebelumnya mengalami situasi serupa saat menghadapi Selandia Baru pada laga perdana. Pada pertandingan pertama itu, Iran berhasil mengatasi tekanan dengan meraih satu poin lewat hasil imbang 2-2, meskipun dalam kondisi mental dan fisik yang kurang prima.

Kini, di tengah tekanan psikologis yang sama, Iran harus menghadapi lawan yang jauh lebih berat. Belgia adalah favorit juara grup. Namun, ada secercah harapan bagi Iran. Skuad "Setan Merah" yang akan mereka hadapi sedang mengalami krisis ketajaman di lini depan. Padahal, selama babak kualifikasi, Belgia tampil produktif dengan mencetak 29 gol. Namun, dalam laga pertama grup melawan Mesir, mereka hanya mampu bermain imbang 1-1 dan nyaris kalah. Satu-satunya gol Belgia lahir dari gol bunuh diri bek Mesir setelah Romelu Lukaku masuk sebagai pemain pengganti.

Ketidakmampuan Belgia mengonversi peluang menjadi gol menjadi pekerjaan rumah utama pelatih Rudi Garcia. Dari 14 peluang yang tercipta, hanya dua yang mengarah ke gawang. Situasi ini langsung membangkitkan kembali bayangan buruk edisi 2022 di Qatar, ketika Belgia hanya mampu mencetak satu gol dalam tiga pertandingan fase grup. Oleh karena itu, Garcia didesak untuk segera merombak lini serang, terutama dengan lebih banyak memainkan Lukaku sejak awal ketimbang Charles de Ketelaere yang kurang tajam.

Di sisi lain, Garcia masih bisa mengandalkan Jeremy Doku. Pemain sayap Manchester City itu menjadi motor serangan Belgia dengan kemampuannya melewati lawan dan menciptakan peluang. Doku akan tetap berduet dengan Kevin de Bruyne dan Leandro Trossard. Sementara itu, di lini belakang, hanya bek tengah Zeno Debast yang dipastikan absen karena cedera.

Dari kubu Iran, ancaman terbesar diprediksi datang dari sisi kanan pertahanan Belgia. Dua gol Iran ke gawang Selandia Baru lahir dari sektor tersebut, dengan bek kanan Ramin Rezaeian menjadi aktor utama yang mencetak satu gol dan merancang satu gol lainnya. Namun, Ghalenoei juga harus segera memperbaiki lubang di lini tengah. Dua gol Selandia Baru berawal dari lambatnya gelandang Saeid Ezatolahi dan Saman Ghoddos dalam menutup serangan lawan.

Meskipun kualitas lini tengah Iran mungkin berada di bawah duet Youri Tielemans dan Amadou Onana, faktor mental justru bisa menjadi pembeda. Iran memiliki catatan positif saat menghadapi tim Eropa. Pada Piala Dunia 2022, mereka berhasil mengalahkan Wales. Kini, tekanan dari perlakuan AS bisa diubah menjadi energi tambahan untuk meningkatkan semangat juang. Baik Belgia maupun Iran tentu tidak akan puas dengan hasil imbang. Kemenangan menjadi harga mati sebagai modal berharga untuk melangkah ke babak selanjutnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar