Komando militer pusat Iran secara resmi mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Israel yang menyasar wilayah Lebanon selatan. Langkah ini diambil setelah Teheran menilai aksi militer Israel tersebut telah melanggar perjanjian yang sebelumnya disepakati dengan Amerika Serikat.
Dalam pernyataan resmi yang disiarkan oleh televisi pemerintah, Markas Besar Pusat Khatam-al Anbiya menegaskan bahwa penutupan jalur pelayaran strategis itu merupakan langkah awal dari serangkaian tindakan balasan. “Dengan ini diumumkan bahwa Selat Hormuz akan ditutup untuk lalu lintas kapal. Perlu dicatat bahwa langkah pertama ini adalah tanggapan terhadap pelanggaran janji musuh, dan jika agresi berlanjut, langkah-langkah lebih lanjut akan direncanakan dan diambil untuk memaksa musuh mematuhi kewajibannya,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Sementara itu, eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin terasa setelah serangan Israel di sebuah desa dekat kota Sidon, Lebanon selatan, menewaskan sedikitnya tujuh orang pada Sabtu. Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa serangan di Qannarit tersebut juga melukai 13 orang lainnya berdasarkan perkiraan sementara. Peristiwa ini terjadi hanya sehari setelah gencatan senjata dengan Hizbullah diumumkan, menimbulkan keraguan baru terhadap kelangsungan perdamaian di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Mahasiswa Perampok Minimarket di Bekasi Dibekuk, Todongkan Pistol Korek Api ke Karyawan
50 Tokoh Nasional Siap Jadi Penjamin Penangguhan Penahanan Roy Suryo
Mentan Dorong IAIN Gorontalo Ubah Lahan Tidur Kampus Jadi Kawasan Pertanian Produktif
Rumah Kosong Ditinggal Ibadah, Penghuni Perumahan di Bekasi Kehilangan Uang Asing dan Emas, Pelaku Ternyata Kenalan Korban