Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyarankan Israel untuk menyerahkan tugas memerangi kelompok Hizbullah kepada Suriah. Menurut Trump, operasi militer yang dilakukan Israel di Lebanon sejauh ini telah menimbulkan terlalu banyak korban jiwa. Pandangan itu disampaikannya di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 yang berlangsung di Prancis, Selasa waktu setempat.
Dalam pernyataannya, Trump mengungkapkan keyakinannya bahwa Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, mampu melaksanakan tugas tersebut jika Israel tidak sanggup melakukannya tanpa menimbulkan korban yang besar. “Saya menyarankan kepada Israel untuk membiarkan Suriah menangani Hizbullah karena, sejujurnya, saya pikir mereka akan melakukan pekerjaan yang lebih baik,” ujar Trump.
Trump bahkan melontarkan pujian terhadap al-Sharaa yang disebutnya telah melakukan “pekerjaan yang luar biasa” dalam menyatukan Suriah pasca perang saudara yang berlangsung hampir 14 tahun. Meskipun demikian, Trump juga mengakui bahwa al-Sharaa, yang merupakan mantan anggota Al-Qaeda dan mengambil alih kekuasaan setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad, bukanlah sosok yang baik.
“Jika Israel tidak dapat melakukan pekerjaan itu tanpa membunuh semua orang, maka dia akan melakukannya. Suriah akan melakukan pekerjaan itu,” tegas Trump.
Di sisi lain, Trump menilai al-Sharaa memiliki rekam jejak yang baik dalam menangani Hizbullah. Menurut Trump, al-Sharaa tidak menyukai kelompok yang didukung Iran tersebut. Pernyataan ini menandai perubahan pendekatan diplomatik yang tidak biasa, di mana AS justru mendorong keterlibatan Suriah dalam konflik yang selama ini menjadi medan pertempuran utama bagi Israel dan milisi Lebanon itu.
Artikel Terkait
Kementan Bantah Rekrutmen Petugas Sensus Pertanian 2026, Peringatkan Masyarakat soal Modus Penipuan Baru
Tiga Tersangka Perusakan Hutan Mangrove dan Produksi Arang Ilegal di Meranti Dilimpahkan ke Kejaksaan
Bupati Jember Resmi Lantik Forum Komunikasi Pesantren dan Guru Ngaji, Jadi Wadah Sinergi Pembangunan Daerah
Putin Sebut Rusia dan ASEAN Punya Fondasi Kokoh untuk Perdalam Kemitraan