Harga Minyak Turun Usai Israel dan Lebanon Sepakati Gencatan Senjata

- Kamis, 04 Juni 2026 | 12:40 WIB
Harga Minyak Turun Usai Israel dan Lebanon Sepakati Gencatan Senjata

Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (4/6/2026) setelah Israel dan Lebanon mencapai kesepakatan untuk melanjutkan gencatan senjata. Perkembangan ini dipandang sebagai langkah potensial untuk meredakan konflik yang lebih luas antara Amerika Serikat dan sekutunya dengan Iran.

Berdasarkan laporan dari Middle East Economy, kesepakatan tersebut diharapkan mampu mengakhiri ketegangan yang telah berlangsung lama di kawasan Timur Tengah. Pada pukul 4.06 GMT atau 11.06 WIB, harga minyak mentah Brent tercatat turun 91 sen, atau 0,93 persen, menjadi 96,90 dolar AS per barel. Di sisi lain, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat juga mengalami penurunan sebesar 82 sen, atau 0,85 persen, menjadi 95,2 dolar AS per barel.

Penurunan ini berbanding terbalik dengan kondisi sehari sebelumnya. Pada Rabu, harga minyak justru melonjak sekitar 2 persen, melanjutkan reli yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik. Eskalasi tersebut mencakup serangan Iran terhadap Kuwait serta aksi militer Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh dinamika politik di Washington. Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat baru saja menyetujui sebuah resolusi yang bertujuan menghalangi Presiden Donald Trump untuk melanjutkan aksi militer terhadap Iran. Meski demikian, langkah tersebut masih harus mendapatkan persetujuan dari Senat dan menghadapi kemungkinan veto dari presiden.

Trump sendiri mengindikasikan bahwa negosiasi dengan Iran mungkin menunjukkan tanda-tanda kemajuan dalam waktu dekat, paling cepat akhir pekan ini. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan bahwa saluran komunikasi antara Teheran dan Washington tetap terbuka, meskipun belum ada terobosan signifikan yang dicapai. Ia menambahkan bahwa kedua pihak saat ini tengah meninjau draf teks yang telah dipertukarkan sebagai bagian dari proses negosiasi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar