Bupati Bogor Gelar Rapat Paripurna HJB di Desa Terpencil sebagai Simbol Pemerataan Pembangunan

- Rabu, 03 Juni 2026 | 21:50 WIB
Bupati Bogor Gelar Rapat Paripurna HJB di Desa Terpencil sebagai Simbol Pemerataan Pembangunan

Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) untuk pertama kalinya digelar di luar pusat pemerintahan, tepatnya di wilayah perbukitan Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan bahwa langkah ini merupakan simbol komitmen untuk menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke wilayah terpencil.

“Ini sebagai simbol komitmen, menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke wilayah terpencil Kabupaten Bogor,” ujar Rudy dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).

Pemilihan Desa Malasari sebagai lokasi rapat tidak sekadar bersifat seremonial. Menurut Rudy, langkah ini menjadi upaya nyata untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat sekaligus melihat langsung berbagai kebutuhan pembangunan di daerah pelosok.

“Yang kita lihat bukan hanya Desa Malasari. Desa Malasari ini hanya contoh kecil, di beberapa wilayah Kabupaten Bogor masih banyak yang kondisinya sama, bahkan ada yang lebih membutuhkan perhatian. Karena itu pembangunan harus dilakukan secara merata dan berkeadilan,” kata Rudy.

Ia menambahkan, pembangunan Kabupaten Bogor tidak hanya berfokus pada infrastruktur jalan, tetapi juga menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. Pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan akses layanan yang lebih baik bagi masyarakat hingga ke wilayah terjauh.

“Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi perhatian pemerintah daerah dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme perencanaan pembangunan daerah,” imbuhnya.

Desa Malasari sendiri berada di ujung barat Kabupaten Bogor dan merupakan kawasan perbukitan yang berbatasan langsung dengan Sukabumi serta Lebak, Banten. Desa ini menyimpan nilai historis sebagai titik awal berdirinya pemerintahan Bogor pada era Bupati pertama, Raden Ipik Gandamana. Di desa tersebut, kantor bupati pertama masih berdiri dan terawat hingga kini.

“Kabupaten Bogor tidak boleh melupakan akar sejarah yang menjadi fondasi berdirinya daerah. Dengan kembali memperingati Hari Jadi Bogor di lokasi bersejarah, masyarakat diajak untuk memahami perjalanan para pendahulu yang telah meletakkan dasar pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Bogor,” beber Rudy.

Peringatan HJB ke-544 ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bogor, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, serta ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan.

“Kalau ingin Bogor berubah, kalau ingin Bogor maju, maka hari ini gunakan tangan kita, gunakan kaki kita, gerakkan badan kita bersama-sama untuk membangun Kabupaten Bogor,” pungkas Rudy.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar