Azerbaijan Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026, Usung Tema Aksi Iklim Global

- Rabu, 03 Juni 2026 | 14:05 WIB
Azerbaijan Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026, Usung Tema Aksi Iklim Global

Setiap tanggal 5 Juni, dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau yang dikenal secara global sebagai World Environment Day, sebuah momentum tahunan yang dikoordinasikan oleh Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP). Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan aksi kolektif untuk merespons krisis lingkungan yang semakin mendesak.

Untuk edisi tahun 2026, UNEP mengusung tema “Climate Action” atau aksi iklim. Tema ini menyoroti dua hal sekaligus: sinyal darurat yang terus dikirimkan Bumi melalui perubahan iklim, serta sinyal respons yang harus kita pilih untuk dikirimkan kembali. Kampanye global ini menyerukan setiap individu untuk turun tangan, melangkah lebih jauh, dan ikut mengarahkan dunia yang sudah bergerak menuju titik kritis.

Republik Azerbaijan akan menjadi tuan rumah peringatan puncak yang berlangsung di ibu kota Baku pada 5 Juni 2026. Negeri yang terletak di persimpangan Timur dan Barat di sepanjang Jalur Sutra bersejarah ini menawarkan lanskap alam yang luar biasa. Wilayahnya mencakup dua zona iklim utama subtropis dan sedang dengan delapan tipe iklim berbeda, mulai dari hutan subtropis hingga ekosistem pegunungan tinggi. Kekayaan geografis ini menjadikan Azerbaijan sebagai salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati yang sangat kaya.

Sebagai negara peserta Perjanjian Paris, Azerbaijan telah menetapkan target ambisius dalam pengendalian iklim. Negara ini berkomitmen menurunkan emisi sebesar 40 persen pada tahun 2035 jika dibandingkan dengan tingkat emisi tahun 1990. Di sektor energi, target peningkatan kapasitas energi terbarukan hingga 30 persen pada tahun 2030 tengah dikejar melalui proyek-proyek berskala besar. Di antaranya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya Garadagh berkapasitas 230 megawatt dan Ladang Angin Khizi-Absheron sebesar 240 megawatt. Sejumlah proyek tambahan dengan total kapasitas lebih dari satu gigawatt juga tengah dalam tahap pengembangan.

Di sisi lain, upaya keberlanjutan perkotaan di Baku juga menunjukkan kemajuan. Pemerintah setempat telah mengoperasikan bus modern rendah emisi dan tanpa emisi, membangun infrastruktur kendaraan listrik, serta menerapkan solusi kota pintar atau smart city. Wilayah Garabagh dan Zangezur Timur bahkan tengah diubah menjadi zona “nol emisi” yang memadukan energi terbarukan, restorasi ekosistem, dan pembangunan pasca-konflik. Modernisasi pengelolaan air dan pengembangan pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim juga terus diperkuat, terutama di daerah rawan kekeringan.

Sementara itu, Azerbaijan telah memajukan kebijakan lingkungannya secara signifikan sejak 2019 melalui Rencana Aksi pengurangan limbah plastik. Melalui reformasi legislatif terbaru, negara ini melarang impor, produksi, serta penjualan atau penyediaan kantong plastik sekali pakai dan kantong polietilen dengan ketebalan hingga 15 mikron di sektor perdagangan, katering umum, dan fasilitas layanan lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Azerbaijan untuk mengurangi dampak negatif limbah kemasan plastik terhadap lingkungan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar