Puslabfor Olah TKP Kebakaran Kemayoran, 250 Rumah Hangus dan 350 Keluarga Terdampak

- Rabu, 03 Juni 2026 | 13:55 WIB
Puslabfor Olah TKP Kebakaran Kemayoran, 250 Rumah Hangus dan 350 Keluarga Terdampak

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri mulai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran yang melanda kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat. Proses investigasi ini tidak hanya mencakup pemeriksaan terhadap sisa-sisa bangunan yang hangus, tetapi juga melibatkan penggalian keterangan dari para saksi mata di lapangan.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (3/6/2026), personel Puslabfor memeriksa dua orang saksi sekitar pukul 12.00 WIB. Kedua saksi tersebut tampak dimintai keterangan secara langsung oleh penyidik. Sejumlah pertanyaan dilontarkan dan dijawab secara bergantian, sebelum akhirnya tim forensik menyelesaikan sesi wawancara dan beralih ke tahap olah TKP yang lebih mendetail.

Fokus penyelidikan kemudian bergeser ke titik-titik yang sebelumnya telah diberi garis polisi. Di area tersebut, personel Puslabfor mulai mengumpulkan dan mendokumentasikan berbagai barang bukti yang diduga berkaitan dengan sumber api. Setiap temuan dicatat dan difoto sebagai bagian dari proses rekonstruksi kronologi kejadian.

Sementara itu, data dari lapangan mengungkapkan skala kerusakan yang cukup besar. Sebanyak 250 unit rumah warga dilaporkan hangus terbakar dalam insiden yang terjadi pada awal pekan ini. Akibat musibah tersebut, sekitar 350 keluarga dinyatakan terdampak dan kehilangan tempat tinggal.

Informasi awal mengenai kobaran api diterima oleh petugas pemadam kebakaran pada Senin (1/6) sekitar pukul 20.55 WIB. Operasi pemadaman segera dimulai sepuluh menit kemudian, tepatnya pukul 21.05 WIB, dan baru dinyatakan selesai pada pukul 04.15 WIB keesokan harinya. Dalam peristiwa itu, tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Hingga saat ini, dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik. Namun, hasil akhir dari penyelidikan Puslabfor masih dinantikan untuk memastikan pemicu pasti dari musibah yang meluluhlantakkan permukiman padat penduduk tersebut.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar