Dua orang terkena dampak proyektil yang diduga berasal dari latihan tembak militer di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, pada Selasa sore. Kepala Penerangan Kodam XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Taufiq, menyatakan pihaknya belum dapat memastikan sumber peluru yang mengenai seorang mahasiswa dan seorang keluarga mahasiswa yang sedang berada di area rektorat.
“Memang benar ada insiden, di mana ada dua saudara kita yang terkena peluru nyasar. Namun belum bisa dipastikan apakah itu berasal dari peluru anggota kita yang sedang latihan,” ujar Taufiq dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).
Menurut penjelasannya, pada waktu yang bersamaan dengan insiden tersebut, tengah berlangsung latihan tembak oleh salah satu batalyon di Lapangan Tembak Lapai. Lokasi itu berjarak sekitar 800 meter dari kampus UNP. Taufiq menambahkan, latihan menggunakan senjata laras panjang, sehingga jarak tempuh proyektil menjadi salah satu faktor yang masih diselidiki.
“Kalaupun memang kejadian seperti itu, atau peluru (nyasar) kita juga perlu melakukan penyelidikan, karena posisinya yang jauh,” katanya.
Meskipun demikian, Kodam XX Tuanku Imam Bonjol mengambil tanggung jawab penuh atas penanganan kedua korban. Taufiq memastikan bahwa biaya medis sepenuhnya ditanggung oleh pihak TNI. Kedua korban telah dirujuk ke Rumah Sakit Tentara Reksodiwiryo untuk menjalani tindakan pengeluaran proyektil.
“Fokus kita saat ini menangani korban. Penanganannya akan kita sampaikan nantinya,” ujar Taufiq menambahkan.
Sementara itu, Sekretaris UNP, Erianjoni, mengonfirmasi bahwa peristiwa itu terjadi saat para mahasiswa tengah merayakan kelulusan sidang proposal di depan gedung rektorat. Ia menyebutkan, peluru nyasar tersebut diduga berasal dari latihan TNI di Lapai. “Anak-anak habis ujian seminar proposal, di depan rektorat itu. Mereka terkena tembakan peluru nyasar. Peluru nyasar dari latihan TNI di Lapai, kompi latihan,” kata Erianjoni saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).
Artikel Terkait
Oditur Tuntut Empat Anggota TNI 2,5 Tahun Penjara karena Aniaya Wakil Koordinator KontraS
ASDP Catat 804 Ribu Penumpang dan 215 Ribu Kendaraan Selama Libur Idul Adha 2026
Ayah Mahasiswa Bersujud Minta Maaf ke Rektorat PNJ Usai Video Ciuman Sesama Jenis Viral
Pencurian Kabel Sinyal KRL di Dua Stasiun Banten Lumpuhkan Sistem Perkeretaapian, Empat Tersangka Ditangkap