ESDM Tawarkan 118 Wilayah Kerja Migas Baru, 25 Area Masuk Tahap Kontrak

- Jumat, 29 Mei 2026 | 11:45 WIB
ESDM Tawarkan 118 Wilayah Kerja Migas Baru, 25 Area Masuk Tahap Kontrak

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang investasi di sektor hulu migas dengan menawarkan 118 wilayah kerja baru kepada para investor, sebuah langkah strategis untuk mengejar target produksi energi nasional.

Dari total wilayah yang ditawarkan, sebanyak 25 area telah memasuki tahap penandatanganan kontrak dengan investor. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa 43 wilayah lainnya saat ini masih dalam tahap studi bersama, sementara sisanya merupakan potensi yang dapat langsung dikembangkan atau melalui mekanisme studi bersama terlebih dahulu.

"Sesuai arahan Bapak Menteri ESDM, bahwa eksplorasi migas harus masif dan dilakukan percepatan, dalam rangka penemuan cadangan migas baru untuk mendukung produksi migas nasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (29/5/2026).

Di sisi lain, pemerintah memberikan perhatian khusus pada optimalisasi struktur migas yang menganggur atau idle. Apresiasi tinggi diberikan kepada PT Pertamina Hulu Energi (PT PHE) yang dinilai aktif mendorong peningkatan produksi melalui skema Kerja Sama Operasi/Teknologi (KSOT). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang kerja sama pengelolaan bagian wilayah kerja untuk peningkatan produksi minyak dan gas bumi.

PT PHE telah menyiapkan sekitar 41 struktur idle untuk dikerjasamakan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 struktur telah disosialisasikan dan diumumkan secara khusus dalam ajang IPA Convex 2026 lalu. Sebarannya meliputi delapan struktur di wilayah operasional Regional 1 (Sumatera), empat struktur di Regional 2 (Jawa), tujuh struktur di Regional 3 (Kalimantan), dan tiga struktur di Regional 4 (Jawa Timur serta Indonesia Timur). Struktur idle lainnya direncanakan akan dibuka dalam waktu dekat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaiman menekankan pentingnya percepatan kerja sama tidak hanya pada struktur idle, tetapi juga pada sumur-sumur yang tidak aktif dan sumur milik masyarakat. Menurutnya, langkah ini dapat mendongkrak produksi migas dalam jangka pendek.

"Kementerian ESDM mengapresiasi upaya aktif Pertamina untuk membuka kerja sama operasi dan teknologi pada struktur idle, dalam mendukung peningkatan produksi. Agar proses penawaran dan penetapan dapat dilakukan dengan cepat dan prudent sehingga produksi migas segera didapat dalam jangka pendek. Kita akan dukung penuh," ungkap Dirjen Laode.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags