Dukungan Indonesia ke Palestina Dinilai Bukan Sekadar Solidaritas, Melainkan Amanat Konstitusi dan Utang Budi Sejarah

- Minggu, 24 Mei 2026 | 18:45 WIB
Dukungan Indonesia ke Palestina Dinilai Bukan Sekadar Solidaritas, Melainkan Amanat Konstitusi dan Utang Budi Sejarah

Dukungan dan pembelaan rakyat Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina bukanlah sekadar persoalan solidaritas keagamaan, melainkan amanat konstitusi kemanusiaan dan bentuk pelunasan utang budi sejarah yang mendalam sejak era awal kemerdekaan Republik Indonesia. Hal itu ditegaskan oleh Steering Committee Global Sumud Flotilla (GSF) yang juga Koordinator Global Peace Convoy, Maimon Herawati, di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5).

"Kita sebagai bangsa berutang budi kepada bangsa Palestina. Dan utang budi itu juga yang diingat oleh Presiden Soekarno, yang menegaskan bahwa pekerjaan rumah dari Konferensi Asia Afrika adalah kemerdekaan bangsa Palestina," tegas Maimon.

Maimon lantas menyegarkan kembali memori kolektif bangsa dengan menceritakan peran tokoh besar Mufti Palestina, Syekh Amin Al-Husseini. Ia menjadi salah satu pihak pertama yang menggaungkan dukungan atas kemerdekaan Indonesia melalui Radio Jerman di masa-masa krusial. Tidak hanya itu, seorang saudagar media asal Palestina, Ali Taher, secara sukarela menyerahkan seluruh kekayaannya di bank demi mendanai operasional Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1948.

Pernyataan emosional mengenai utang sejarah ini mencuat di sela-sela acara penyambutan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung sebagai relawan kemanusiaan GSF 2.0. Mereka baru saja dibebaskan dari penyanderaan militer Israel.

Dalam momentum haru tersebut, hadir Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdul Fattah Ahmad Al-Satari. Ia menyalami satu per satu relawan tanah air dan melabeli mereka sebagai pahlawan kemanusiaan sejati yang berani mempertaruhkan nyawa demi menembus blokade ketat di jalur Gaza.

"Saya ingin mengatakan kepada Anda semua, kalian adalah pahlawan. Saya tahu betul bagaimana Israel, karena saya berasal dari Gaza. Saya tahu penderitaan kalian di Ashdod, tetapi kami percaya suatu hari nanti negara saya akan merdeka," ujar Dubes Al-Satari.

Di sisi lain, ia juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada jajaran pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia yang konsisten berdiri di sisi Palestina.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler