Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengungkapkan bahwa telah terjadi pembicaraan dengan manajemen klub mengenai kemungkinan perpanjangan kontrak. Sinyal ini memperkuat dugaan bahwa pelatih asal Brasil tersebut akan tetap memimpin Macan Kemayoran pada kompetisi Liga Super musim depan.
Mauricio menjelaskan bahwa baik dirinya maupun pihak klub sama-sama menunjukkan ketertarikan untuk melanjutkan kerja sama. Pernyataan itu disampaikan seusai pertandingan terakhir Persija melawan Semen Padang di Stadion JIS, Jakarta, Sabtu lalu.
“Sesuatu yang bisa saya katakan adalah ada ketertarikan dari klub agar saya tetap bertahan dan saya pun memiliki ketertarikan yang sama,” ujarnya dalam konferensi pers.
Meskipun demikian, Mauricio menegaskan bahwa masih ada sejumlah hal yang perlu disepakati sebelum kontrak baru resmi ditandatangani. Ia optimistis proses tersebut akan segera rampung.
“Saya yakin hal itu akan terjadi besok atau lusa,” katanya.
Sementara itu, Mauricio mengakui masih ada catatan evaluasi yang harus dibenahi, terutama performa tim saat bermain di kandang sendiri. Sepanjang musim, Persija kehilangan sekitar 11 poin di markas sendiri, yang berdampak pada posisi akhir mereka di klasemen.
“Kami berharap jika semuanya berlanjut, kami tidak melakukan kesalahan yang sama musim depan,” jelasnya.
Di sisi lain, ia tetap merasa bangga dengan pencapaian tim yang berhasil menutup musim dengan kemenangan telak 3-0 atas Semen Padang. Hasil itu mengamankan posisi ketiga Persija di klasemen Liga Super 2025/2026.
Dengan perkembangan ini, para pendukung Persija dapat berharap bahwa pelatih yang telah membawa tim bersaing di papan atas akan tetap bertahan dan memperbaiki performa di musim mendatang.
Artikel Terkait
Lima Negara Catat Lonjakan Peringkat FIFA, Timnas Indonesia Naik ke Posisi 118
IRGC Serang Markas Armada Kelima AS di Bahrain, Balas Serangan Militer Amerika di Iran Selatan
Chatib Basri Bantah Ekonomi Indonesia 2026 Setara Krisis 1998, Soroti Risiko Harga Pangan dan Kredibilitas Fiskal
Pembiayaan Cicil Emas BSI Melonjak 97,9 Persen, Tembus Rp16,93 Triliun di Tengah Tren Investasi Lindung Inflasi