Penyerang Santos, Neymar Jr., memastikan bahwa dirinya belum akan pensiun setelah kontraknya bersama klub Brasil tersebut berakhir pada Desember 2026. Kepastian ini disampaikan langsung oleh sang ayah sekaligus perwakilannya, Neymar da Silva Santos, di São Paulo. Hal ini sekaligus meredam spekulasi yang sempat mencuat menjelang laga leg kedua babak 16 besar Copa do Brasil 2026 antara Santos melawan Remo.
Neymar da Silva Santos menegaskan bahwa fokus utama anaknya saat ini adalah menjaga kondisi fisik dan membawa klub melangkah lebih jauh di kompetisi domestik serta Copa Sudamericana. "Neymar dalam kondisi sangat baik dan sedang mempertimbangkan berbagai opsi yang memungkinkannya untuk terus tampil di level tertinggi," ujarnya.
Meski telah memutuskan untuk tidak lagi membela tim nasional Brasil setelah Piala Dunia terakhir, pihak keluarga memastikan bahwa rencana pensiun akan ditunda. Sang ayah juga sempat memberikan pandangannya mengenai peluang sang anak di turnamen internasional mendatang. "Dia bilang: 'saya pikir bagi saya ini sudah selesai'. Dia mempercayai hal itu. Kita baru saja keluar dari Piala Dunia yang sulit bagi semua orang. Kita sedang membicarakan Piala Dunia berikutnya dalam empat tahun. [...] Kita tidak tahu apa yang dihadapi esok hari," tuturnya.
Pernyataan sang ayah langsung ditanggapi santai oleh Neymar Jr. saat menghadiri lelang amal Instituto Projeto Neymar Jr pada Senin malam. "Tapi bukan dia yang bermain," kata pemain bernomor punggung 10 tersebut sambil tersenyum.
Neymar menegaskan bahwa dirinya belum mengambil keputusan final terkait kelanjutan kariernya setelah masa kontraknya habis. "Saya tidak tahu berapa lama (saya akan terus bermain), saya tidak berpikir untuk berhenti, dan saya juga tidak tahu sampai kapan saya akan melakukannya. Saya memiliki kontrak dengan Santos hingga Desember. Saya berniat memenuhinya, menghormati jersey Santos dengan cara terbaik, dan setelah itu saya akan berpikir, ketika kontrak saya berakhir, apakah saya bertahan di Santos, apakah saya pergi, apakah saya pindah ke luar negeri, apakah saya berhenti bermain, atau apakah saya melanjutkan," jelasnya.
Di sela-sela pembahasan masa depannya, pemain berusia 34 tahun itu juga menyoroti dampak pemberitaan media massa di Brasil terhadap kondisi psikologis para atlet profesional. Ia mengimbau insan pers untuk lebih bertanggung jawab dalam menyiarkan informasi.
"Saya hanya berpikir bahwa sebagian besar media akan membuat semua pemain sepak bola sakit. Saya katakan ini di Brasil. Ini adalah profesi terbesar, paling terkenal di Brasil, dan paling banyak diserang. Jadi saya pikir perlu ada sedikit lebih banyak kehati-hatian dengan kata-kata, dengan berita yang dipublikasikan, karena sebagian besar tidak benar. Dan itu akhirnya menyakiti orang-orang di sekitar, penggemar mereka, pekerjaan mereka sendiri. Jadi saya meminta Anda untuk lebih berhati-hati sebelum mempublikasikan hal-hal itu, mengatakan hal-hal tidak benar yang tidak nyata, karena itu akan membuat banyak pemain sakit," tegasnya.
Ia menekankan pentingnya kesehatan mental bagi para pesepak bola yang kerap mendapat tekanan publik tinggi dari pemberitaan yang belum terverifikasi. "Ketahanan psikologis pemain itu penting, saya pikir ketahanan saya cukup kuat, tetapi tidak semua orang seperti itu. Ada yang lebih menderita, ada yang kurang menderita. Jadi saya hanya meminta Anda untuk lebih bertanggung jawab atas kata-kata Anda, karena sangat mudah memegang mikrofon di tangan, mengatakan apa yang diinginkan, dan keesokan harinya, jika itu tidak benar, tidak terjadi apa-apa, tidak ada yang menarik ucapan, tidak ada yang mengatakan apa pun, tahu? Hal-hal ini akhirnya melewati batas," ujarnya.
Santos sendiri dijadwalkan menghadapi Remo pada laga penentuan leg kedua babak 16 besar Copa do Brasil 2026 di Belém, Pará, setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol pada pertemuan pertama.
Artikel Terkait
Santos Tampil Tanpa Neymar dan Gabigol di Playoff Copa Sudamericana