Veda Ega Pratama Duduki Peringkat Lima Klasemen Moto3 2026, Ungguli Dua Juara Seri

- Jumat, 22 Mei 2026 | 06:30 WIB
Veda Ega Pratama Duduki Peringkat Lima Klasemen Moto3 2026, Ungguli Dua Juara Seri

Nama Veda Ega Pratama kini menjadi perbincangan hangat di paddock Moto3 2026. Pembalap muda berusia 17 tahun dari Honda Team Asia itu sukses mencuri perhatian berkat konsistensi yang ia tunjukkan sepanjang enam seri awal musim ini. Dengan raihan 58 poin, Veda untuk sementara bercokol di peringkat kelima klasemen, sebuah pencapaian yang terbilang impresif karena ia bahkan mampu mengungguli dua pembalap yang sudah menjadi juara seri musim ini.

Sepanjang enam balapan yang telah berlangsung, Veda hanya sekali gagal finis, yakni di Moto3 Amerika Serikat. Di luar insiden tersebut, ia selalu menembus posisi sepuluh besar, dan sebagian besar waktu ia bertengger di delapan besar. Hasil ini menunjukkan tren peningkatan yang stabil bagi pembalap asal Indonesia tersebut.

“Saya sangat fokus untuk konsisten dan belajar dari setiap balapan,” ujar Veda saat ditemui usai sesi latihan. “Target saya adalah terus meningkatkan performa dan menjaga posisi di papan atas.”

Beberapa hasil terbaiknya musim ini antara lain finis keempat di Sirkuit Bugatti Le Mans, peringkat keenam di Moto3 Spanyol, dan finis kelima pada seri pembuka di Thailand. Satu-satunya podium yang berhasil ia raih adalah di Moto3 Brasil, yang menjadi bukti nyata bahwa ia mampu bersaing ketat di level tertinggi.

Menariknya, Veda kini unggul atas David Almansa dan Guido Pini. Almansa, yang menjadi juara di Moto3 Thailand, harus puas berada di peringkat ketujuh dengan 52 poin. Sementara itu, Pini yang menang di Moto3 AS menempati posisi kedelapan dengan 46 poin. Situasi ini semakin mengukuhkan posisi Veda sebagai salah satu kekuatan baru yang patut diperhitungkan.

Di sisi lain, puncak klasemen masih dikuasai oleh Maximo Quiles dari CFMoto Aspar Team. Pembalap asal Spanyol itu tampil dominan dengan mengoleksi 140 poin berkat empat kemenangan dan dua kali menjadi runner-up. Hingga seri keenam, tidak ada pembalap lain selain Quiles yang berhasil meraih lebih dari satu gelar juara seri.

“Persaingan masih panjang dan saya harus terus bekerja keras,” tegas Veda. “Masih ada 16 seri lagi yang harus saya hadapi, jadi konsistensi akan menjadi kunci utama.”

Kendati tantangan ke depan masih berat, performa Veda sejauh ini menjadi sinyal positif bagi masa depan pembalap muda Indonesia di ajang balap motor internasional. Ia tidak hanya sekadar menjadi peserta, tetapi telah menjelma menjadi pesaing serius di kelas Moto3.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar