Israel Kecam Dunia Usai Unggah Video Aktivis Global Sumud Flotilla Berlutut di Pelabuhan

- Jumat, 22 Mei 2026 | 06:35 WIB
Israel Kecam Dunia Usai Unggah Video Aktivis Global Sumud Flotilla Berlutut di Pelabuhan

Langkah kontroversial kembali dilakukan Israel. Kali ini, perlakuan tidak manusiawi terhadap ratusan aktivis yang ditangkap menjadi sorotan tajam publik internasional. Tentara Israel diketahui telah menyergap kapal yang membawa para aktivis Global Sumud Flotilla yang hendak menuju Gaza, lalu membawa mereka ke pelabuhan Israel. Peristiwa ini memicu gelombang kecaman dari berbagai negara.

Momen perlakuan tersebut diunggah langsung oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. Dalam unggahan yang dilansir Al Jazeera pada Rabu (20/5/2026), para aktivis terlihat dalam posisi berlutut dengan dahi menyentuh lantai dan tangan diikat tali. Unggahan itu disertai keterangan "Selamat datang di Israel". Lagu kebangsaan Israel berkumandang saat para aktivis diperlakukan dengan cara yang dinilai merendahkan martabat. Beberapa dari mereka tampak memegang paspor di tangan.

Kemarahan global langsung mencuat setelah video itu tersebar. Sejumlah negara, termasuk Italia, Prancis, Belanda, dan Kanada, memanggil duta besar Israel ke ibu kota masing-masing untuk menyatakan protes keras. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, dalam pernyataan di platform X, menyebut gambar-gambar yang diunggah Ben-Gvir tidak dapat diterima.

"Tidak dapat diterima bahwa para pengunjuk rasa ini, termasuk banyak warga negara Italia, diperlakukan dengan cara yang melanggar martabat manusia mereka," ujar Meloni.

Di sisi lain, Duta Besar Jerman untuk Israel, Steffen Seibert, menilai tindakan Ben-Gvir sangat tidak bisa diterima dan tidak sejalan dengan nilai-nilai dasar negara Jerman. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, telah memanggil duta besar Israel di Paris. Ia menegaskan bahwa tindakan Ben-Gvir terhadap para penumpang Freedom Flotilla bahkan dikecam oleh rekan-rekannya sendiri di pemerintahan Israel.

Menteri Luar Negeri Belanda, Tom Berendsen, juga akan memanggil duta besar Israel untuk membahas perlakuan yang dinilai tidak dapat diterima terhadap para aktivis armada bantuan Gaza yang ditahan. Tak ketinggalan, Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, mengaku sangat terkejut oleh video tersebut. "Kami telah meminta penjelasan dari otoritas Israel dan menegaskan kewajiban mereka untuk melindungi hak-hak warga negara kami dan semua pihak yang terlibat," kata Cooper.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar