Polisi Tangkap Pria Berinisial RS Pelaku Pencurian dari Mobil Boks Ekspedisi di Cilincing

- Senin, 18 Mei 2026 | 13:25 WIB
Polisi Tangkap Pria Berinisial RS Pelaku Pencurian dari Mobil Boks Ekspedisi di Cilincing

Seorang pria berinisial RS, yang akrab disapa Bocor, harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah terbukti mencuri barang dari sebuah mobil boks ekspedisi di kawasan Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara. Aksi tersebut terekam kamera warga dan viral di media sosial sebelum akhirnya pelaku diringkus Tim Opsnal Reskrim Polsek Cilincing.

Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, mengungkapkan bahwa peristiwa pencurian itu terjadi pada Selasa, 12 Mei lalu. Saat itu, arus lalu lintas sedang padat sehingga mobil boks yang menjadi sasaran melaju dengan kecepatan rendah. Dalam rekaman yang beredar, tampak dua orang pelaku dengan leluasa mengambil barang dari dalam kendaraan tersebut.

“Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Tim Opsnal Reskrim Polsek Cilincing, polisi berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial RS alias Bocor,” kata Bobi saat dikonfirmasi pada Senin, 18 Mei 2026.

Dari tangan tersangka, polisi menyita satu kotak mainan blok susun yang diduga kuat merupakan hasil curian. Barang bukti itu kini diamankan sebagai bagian dari proses penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, satu pelaku lain yang turut terlibat dalam aksi tersebut masih dalam pengejaran. Pihak kepolisian telah memasukkan nama pelaku ke dalam daftar pencarian orang (DPO) dan terus mengembangkan penyelidikan untuk menangkapnya.

“Setiap informasi yang disampaikan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara cepat sebagai bentuk pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” ujar Bobi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah berperan aktif memberikan informasi. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat membantu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar