Presiden Prabowo Subianto melontarkan pertanyaan singkat namun penuh makna kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di sela-sela acara penyerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026). “Dolar gimana?” tanya Prabowo kepada Purbaya dalam momen yang tampak santai namun sarat isyarat.
Peristiwa itu terjadi saat Kepala Negara tengah bercengkerama dengan sejumlah pejabat tinggi usai sesi foto bersama di hadapan enam pesawat tempur Dassault Rafale, satu pesawat Airbus A400M Atlas MRTT, empat pesawat Dassault Falcon 8X, serta radar GCI GM403. Suasana yang semula formal berubah menjadi lebih cair ketika Prabowo memanfaatkan celah obrolan untuk menanyakan kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Sejumlah menteri dan pejabat negara turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Ketua Komisi I DPR Utut Adianto, Wakil Ketua Komisi I Budi Djiwandono, dan Wakil Ketua Komisi I Anton Sukartono juga terlihat hadir.
Menariknya, sebelum Prabowo mendapat jawaban langsung dari Purbaya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyela dengan nada ringan. “Mau naik haji ini (Menkeu), pak,” ujar Sjafrie sambil menunjuk ke arah Purbaya. Mendengar itu, Prabowo pun merespons dengan pertanyaan balasan, “Mau naik haji?” Namun, Menteri Keuangan Purbaya tidak tampak memberikan reaksi atau jawaban atas pertanyaan Presiden maupun candaan rekannya tersebut.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada hari yang sama menunjukkan pelemahan yang cukup signifikan. Pada perdagangan pagi, rupiah dibuka melemah 33 poin atau 0,19 persen, dari posisi Rp17.597 per dolar AS menjadi Rp17.630 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang Garuda ini terus berlanjut di tengah ketidakpastian pasar global dan faktor domestik yang membebani pergerakan rupiah.
Artikel Terkait
The Super Mario Galaxy Movie Tembus Satu Miliar Dolar AS di Box Office Global
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh
Trump Klaim Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Dua Pilot Selamat