Pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Arab Saudi diproyeksikan berlangsung pada akhir Mei 2026. Namun, kepastian tanggal tersebut masih bergantung pada hasil pemantauan bulan sabit atau rukyatul hilal yang akan dilakukan pada Minggu, 17 Mei 2026, sebagai penanda awal bulan Zulhijah.
Pemerintah Arab Saudi, melalui Mahkamah Agung dan otoritas keagamaan setempat, dijadwalkan mengumumkan secara resmi awal bulan Zulhijah. Ketetapan itu menjadi acuan mutlak untuk menentukan tanggal 9 Zulhijah sebagai pelaksanaan wukuf di Arafah serta 10 Zulhijah sebagai hari raya Iduladha di Tanah Suci.
Sejauh ini, sejumlah lembaga astronomi Islam dan sistem penanggalan kalender Ummul Qura di Arab Saudi telah memberikan prediksi awal mengenai tanggal tersebut. Meskipun demikian, otoritas setempat menegaskan bahwa keputusan final tetap harus didasarkan pada hasil pemantauan hilal secara langsung menjelang akhir bulan Zulkaidah.
Informasi mengenai jatuhnya 10 Zulhijah di Arab Saudi selalu menjadi sorotan global setiap memasuki musim haji. Penentuan tanggal ini memiliki urgensi yang besar bagi umat Muslim di seluruh dunia karena berkaitan langsung dengan puncak ibadah haji.
Di sisi lain, kepastian tanggal wukuf di Arafah juga menjadi panduan penting bagi umat Islam di berbagai negara yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Mereka dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk melaksanakan puasa sunah Arafah secara tepat waktu.
Artikel Terkait
Gubernur Pramono Buka Peluang Perluasan LRT Jakarta hingga PIK 2 dan Tersambung ke Bandara Soekarno-Hatta
BEI Awasi Langkah DIVA Realokasi Dana IPO Rp5,46 Miliar ke Modal Kerja
Serangan Drone Picu Kebakaran di Dekat Pembangkit Nuklir Uni Emirat Arab, PBB Kecam
Pengamat Hukum Desak Pengadilan Tinggi Segera Terbitkan Penetapan Penahanan Terdakwa Korupsi Chromebook