Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan perhatian terhadap langkah PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) yang berencana mengubah alokasi dana hasil penawaran umum perdana saham atau IPO. Perubahan ini diambil di tengah tekanan persaingan yang semakin ketat di sektor teknologi informasi dan digital.
Manajemen DIVA menjelaskan bahwa keputusan tersebut tidak terlepas dari dinamika industri yang berubah cepat. Perkembangan teknologi yang pesat, menurut perseroan, turut menekan kebutuhan biaya investasi di bidang digital sehingga memungkinkan dilakukannya realokasi dana.
“Atas dasar efisiensi tersebut, dana investasi teknologi dapat direalokasikan untuk memperkuat modal kerja tanpa mengganggu agenda transformasi teknologi perseroan,” demikian pernyataan manajemen dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Minggu, 17 Mei 2026.
Dana yang dialihkan dari pos investasi teknologi informasi menuju modal kerja mencapai Rp5,46 miliar. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 0,89 persen dari total dana IPO yang berhasil dihimpun perseroan. Menurut pihak DIVA, pengalihan ini justru memperkuat posisi bisnis dan daya saing perusahaan di bidang jasa teknologi informasi dan digital.
Perseroan memastikan bahwa perubahan penggunaan dana IPO tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan. Secara proforma, posisi aset lancar setelah perubahan meningkat sekitar Rp5,5 miliar, atau naik 1 persen dibandingkan sebelumnya. Di sisi lain, posisi aset tidak lancar turun sebesar Rp5,5 miliar, atau sekitar 3,1 persen.
Meski demikian, total aset, total liabilitas, dan total ekuitas perseroan disebut tidak mengalami perubahan antara sebelum dan sesudah rencana realokasi dana ini.
Hingga 31 Desember 2025, DIVA telah menghabiskan dana IPO sebesar Rp606,68 miliar. Rinciannya, modal kerja menyerap Rp392,13 miliar atau 64,06 persen, investasi mencapai Rp214,39 miliar atau 35,02 persen, serta pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia sebesar Rp155,25 juta atau 0,03 persen. Sisa dana sebesar Rp5,46 miliar ditempatkan sebagai giro di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan tingkat suku bunga 0,50 persen.
Sebagai catatan, DIVA resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 27 November 2018. Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan melepas sebanyak 214.285.700 saham dengan harga pelaksanaan Rp2.950 per lembar, sehingga total dana yang diraih mencapai Rp632,14 miliar.
Artikel Terkait
The Super Mario Galaxy Movie Tembus Satu Miliar Dolar AS di Box Office Global
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh
Trump Klaim Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Dua Pilot Selamat