DPRD Apresiasi Surabaya Vaganza: Hiburan Rakyat Sekaligus Stimulan Ekonomi UMKM

- Minggu, 17 Mei 2026 | 14:55 WIB
DPRD Apresiasi Surabaya Vaganza: Hiburan Rakyat Sekaligus Stimulan Ekonomi UMKM

Penyelenggaraan Surabaya Vaganza mendapat apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya. Acara yang digelar Pemerintah Kota Surabaya itu dinilai mampu menjadi energi baru sekaligus menghadirkan hiburan bagi warga.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung di Jalan Tunjungan pada Sabtu (16/5/2026) itu menghadirkan festival rujak uleg hingga parade mobil hias. Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menyebut momen tersebut menjadi perayaan hari jadi kota yang menyatukan pemerintah dan masyarakat.

"Pemerintah dan masyarakat bersatu merayakan hari jadi kota yang telah memberikan segalanya. Nuansa kebahagiaan terpancar di tengah beban hidup yang mungkin saja dirasakan oleh masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (17/6/2026).

Menurut politikus yang akrab disapa Toni itu, gelaran event di Surabaya mengalami penurunan signifikan pascapandemi COVID-19 pada 2020 dan adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Padahal, kegiatan musik gratis yang digelar pemerintah dapat menjadi stimulan bagi pertumbuhan ekonomi.

"Setiap konser musik pasti ada pedagang air mineral yang berjalan berkeliling dan juga pelaku UMKM lain yang akan merasakan manfaatnya. Jadi Pemkot Surabaya bisa melaksanakan pepatah 'sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui'," paparnya.

Toni menambahkan, tujuan menyediakan sarana hiburan sekaligus membantu UMKM bertahan hidup dapat terpenuhi dalam satu kegiatan. Ia juga menilai acara tersebut mampu mengurangi rasa penat yang dirasakan warga.

"Kalau orang mampu mungkin dia akan pergi ke kafe untuk mendengarkan live music agar lepas dari kepenatan hidup. Lha kalau saudara kita yang belum mampu, yang tidak bisa datang ke kafe, maka kepenatan tidak tersalurkan sehingga berpotensi menciptakan disharmonisasi dalam rumah tangga," jelasnya.

Di sisi lain, ia menyoroti derasnya arus informasi mengenai kondisi ekonomi yang beredar di masyarakat. Informasi itu, menurutnya, disampaikan oleh orang yang memiliki kompetensi keilmuan maupun yang tidak memiliki kapabilitas untuk menjelaskan situasi ekonomi secara utuh.

"Hal ini tentu menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat. Makanya rakyat butuh media untuk melepas beban hidup. Dulu di warung kopi bisa bercengkrama lepas, sekarang ada pergeseran sosial. Di warung kopi, orang sibuk dengan gadget masing-masing, sehingga masyarakat mungkin sudah mulai merasa sepi dalam keramaian," tuturnya.

Ke depannya, pihaknya berharap dalam menyongsong Hari Pahlawan pada November mendatang, Pemkot Surabaya kembali menggelar kegiatan yang bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Ia mengusulkan sejumlah agenda, mulai dari teatrikal perobekan bendera di Hotel Yamato, napak tilas bangunan bersejarah, doa bersama lintas iman, hingga gelaran event musik di balai kota.

"Ada kegiatan refleksi nilai-nilai kepahlawanan melalui teatrikal perobekan bendera di Hotel Yamato, napak tilas bangunan bersejarah di Kota Surabaya, doa bersama lintas iman, dan yang terakhir mudah-mudahan ada gelaran event musik di balai kota dengan menghadirkan band asli Surabaya lintas genre musik," pungkasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar