BPBD Imbau Nelayan Bangka Belitung Tunda Melaut Antisipasi Dampak El Nino

- Minggu, 17 Mei 2026 | 10:45 WIB
BPBD Imbau Nelayan Bangka Belitung Tunda Melaut Antisipasi Dampak El Nino

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Utama, mengeluarkan imbauan tegas kepada para nelayan untuk menunda aktivitas melaut sementara waktu. Langkah ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan terhadap dampak fenomena El Nino yang diprediksi memicu hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi di perairan setempat.

"Selama fenomena El Nino ini diharapkan nelayan tidak melaut untuk menghindari kecelakaan kapal di laut," ujar Budi Utama di Pangkalpinang, Minggu, 17 Mei 2026. Ia menjelaskan bahwa perubahan cuaca ekstrem akibat fenomena tersebut diperkirakan berlangsung hingga awal Juni 2026. Oleh karena itu, masyarakat pesisir, khususnya nelayan, diminta untuk tidak melakukan aktivitas pencarian ikan di tengah laut.

Budi Utama menambahkan, potensi kecelakaan kapal nelayan di tengah laut saat ini cukup tinggi. Ia merujuk pada insiden beberapa waktu lalu di mana sebuah kapal nelayan Bangka tenggelam setelah diterjang angin kencang. "Potensi kecelakaan kapal nelayan di tengah laut cukup tinggi, seperti kejadian beberapa waktu lalu kapal nelayan Bangka tenggelam akibat diterjang angin kencang," katanya.

Menurutnya, perubahan cuaca ekstrem di perairan laut berlangsung sangat cepat dan kerap terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini sulit diprediksi sehingga membahayakan keselamatan para nelayan yang sedang beraktivitas. "Di saat kondisi cuaca tenang tiba-tiba saja hujan lebat disertai angin kencang yang memicu gelombang laut meningkat, yang membahayakan keselamatan pelayaran, khususnya kapal nelayan tradisional di daerah ini," jelasnya.

Sementara itu, imbauan serupa juga ditujukan kepada pengunjung objek wisata pantai selama liburan akhir pekan. Budi Utama meminta para pengunjung untuk selalu berhati-hati dan mengawasi anak-anak saat bermain atau mandi di pantai. "Kita bersama pengelola objek wisata pantai ini terus menyosialisasikan dan mengimbau para pengunjung tidak berenang di pantai jika kondisi cuaca tiba-tiba memburuk, karena dapat membahayakan keselamatannya," pungkasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar