Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan sejumlah inovasi yang telah dijalankan oleh jajaran Polri dalam upaya memanfaatkan dan meningkatkan produksi pertanian nasional. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi institusi kepolisian terhadap ketahanan pangan di tengah tantangan ekonomi global.
Salah satu terobosan yang dihadirkan adalah kerja sama dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk mengolah hasil samping pertanian. Polri mengembangkan briket berbahan dasar tongkol jagung yang diberi nama Miracle Carbon. Produk ini dimanfaatkan sebagai energi alternatif untuk kebutuhan rumah tangga, menunjang operasional UMKM, penghangat kandang ayam, hingga pengganti kayu bakar.
"Sebagai energi alternatif untuk keperluan rumah tangga, pendukung UMKM, penghangat kandang ayam, serta pengganti kayu bakar," kata Sigit saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara panen raya jagung serentak kuartal II, peletakan batu pertama pembangunan 10 gudang ketahanan Polri, serta peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Di sisi lain, untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian, Korps Bhayangkara melahirkan inovasi pupuk Presisi yang berbasis batu bara. Pupuk ini dinilai mampu menaikkan derajat keasaman (pH) tanah sebanyak satu hingga dua tingkat. Lebih dari itu, pupuk tersebut juga berfungsi merestorasi unsur hara sehingga tanah menjadi lebih subur dan tanaman tumbuh lebih sehat.
"Sekaligus merestorasi unsur hara, sehingga dapat menyuburkan tanah dan menyehatkan tanaman," ujar Sigit.
Menurut Sigit, inovasi pupuk Presisi telah diterapkan di lahan pertanian jagung di Provinsi Jawa Barat dan Papua. Hasilnya, para petani di dua wilayah tersebut mulai merasakan manfaat dari perbaikan kualitas tanah.
Tidak berhenti di situ, Polri juga mengembangkan sejumlah alat pertanian modern. Beberapa di antaranya adalah vertical dryer, mobil pemipil, soil tester, pompa tenaga surya, Atmosphere Water Generator, serta Mobile Rotary Dryer. Alat-alat ini dirancang untuk membantu proses pascapanen secara lebih efisien.
"Yang bermanfaat untuk mengeringkan jagung secara merata dan lebih bersih tanpa harus membawa hasil panen ke gudang," tutur Sigit.
Artikel Terkait
Unggul FC Hajar Raybit FC 8-0 di Pro Futsal League, Andres Dwi dan Wellington Cetak Trigol
Tlemcen, Kota Pengawasan Perang yang Kini Jadi Pusat Warisan Islam Aljazair
Presiden Prabowo Resmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Warga Terharu Kenang Perjuangan Aktivis Buruh
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Tembus 5,61 Persen, Defisit APBN Justru Membengkak hingga Rp240 Triliun