Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat lonjakan signifikan jumlah investor pada sejumlah emiten sepanjang April 2026, dengan saham PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS) memimpin daftar penambahan pemilik modal terbesar. Berdasarkan data resmi BEI, emiten yang bergerak di sektor konsumer ini mencatatkan penambahan sebanyak 49.701 akun investor dalam satu bulan terakhir, atau melesat hingga 1.102 persen secara persentase. Dalam rentang tiga bulan, jumlah investor saham TAYS bahkan bertambah 48.563 akun, setara dengan kenaikan 859,98 persen.
Di posisi kedua, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil menarik tambahan 46.510 akun investor sepanjang April. Meskipun secara nominal besar, persentase peningkatannya tercatat lebih moderat, yakni 6,51 persen dalam sebulan. Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menempati urutan ketiga dengan penambahan 26.408 akun, atau naik 9,36 persen. Total jumlah investor BMRI pada akhir April mencapai 308.605 akun.
Selanjutnya, posisi keempat ditempati oleh PT DMS Propertindo Tbk (KOTA). Saham properti ini mencatatkan penambahan 22.780 akun Single Investor Identification (SID), setara dengan lonjakan 144,10 persen dalam satu bulan. Hingga April, total investor saham KOTA tercatat sebanyak 38.588 SID. Di urutan kelima, PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) menambah 21.485 akun investor, atau meningkat 41,79 persen.
Deretan lima besar berikutnya dihuni oleh emiten-emiten besar lainnya. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat penambahan 18.649 akun, disusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan 15.500 akun, dan PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) yang bertambah 14.865 akun. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melengkapi daftar sepuluh besar dengan masing-masing menambah 12.071 dan 11.466 akun investor.
Di sisi lain, tidak semua saham mengalami peningkatan minat. Dalam periode yang sama, saham PT Karya Bersama Anugerah Tbk (KBAG) justru mencatatkan penurunan jumlah investor terdalam. Sebanyak 25.487 akun investor melepas kepemilikan mereka dari saham tersebut, atau turun drastis sebesar 89,95 persen. Penurunan juga dialami oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), di mana 22.423 investor memutuskan untuk keluar, setara dengan penurunan 9,32 persen dalam sebulan.
Artikel Terkait
Trump Tinggalkan Beijing, Akhiri Kunjungan Kenegaraan Pertama ke China Sejak 2017
Yamaha Uji Coba Motor Listrik Swap Battery di Jabodetabek Lewat Kemitraan Ride Sharing
Polisi Perketat Pengamanan Dermaga di Kepulauan Seribu Antisipasi Lonjakan Wisatawan saat Long Weekend
Mahkamah Partai Gerindra Gelar Sidang Etik untuk Anggota DPRD Jember yang Bermain Gim dan Merokok Saat Rapat Stunting