Trump dan Xi Sepakat Jaga Keterbukaan Selat Hormuz demi Arus Energi Global

- Jumat, 15 Mei 2026 | 07:15 WIB
Trump dan Xi Sepakat Jaga Keterbukaan Selat Hormuz demi Arus Energi Global

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk menjaga kelancaran arus energi global. Kesepakatan itu tercapai dalam pertemuan kedua pemimpin di Beijing, yang oleh Gedung Putih disebut berlangsung “baik”.

“Kedua pihak sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung arus energi yang bebas,” demikian pernyataan resmi Gedung Putih, Kamis (14/5/2026).

Ketegangan di perairan Selat Hormuz dan sekitarnya meningkat sejak pecah perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada akhir Februari lalu. Dalam konflik tersebut, Teheran memblokir aktivitas pelayaran di selat yang menjadi jalur transit seperlima pasokan minyak dan gas dunia itu. Amerika Serikat kemudian merespons dengan memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, meskipun gencatan senjata yang rapuh telah berlaku sejak 8 April.

Kondisi ini secara langsung berdampak pada China. Menurut perusahaan analis maritim Kpler, lebih dari separuh minyak mentah yang diimpor China melalui jalur laut berasal dari Timur Tengah, dan sebagian besar di antaranya melewati Selat Hormuz. Gangguan pasokan akibat blokade dan konflik bersenjata membuat Beijing harus mencari alternatif.

Dalam pernyataan yang sama, Gedung Putih mengklaim bahwa Xi Jinping menyatakan minat untuk membeli lebih banyak minyak dari Amerika Serikat. Langkah itu dinilai sebagai upaya China mengurangi ketergantungannya terhadap Selat Hormuz di masa mendatang.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler