Iran Izinkan Kapal China Melintasi Selat Hormuz di Tengah Kebijakan Blokade

- Jumat, 15 Mei 2026 | 00:30 WIB
Iran Izinkan Kapal China Melintasi Selat Hormuz di Tengah Kebijakan Blokade

Garda Revolusi Iran mengumumkan bahwa angkatan lautnya telah memberikan izin kepada sejumlah kapal asal China untuk melintasi Selat Hormuz, sebuah keputusan yang mulai berlaku sejak Rabu (14/5) malam. Langkah ini menjadi perkembangan signifikan di tengah kebijakan blokade yang sebelumnya diterapkan Iran di jalur perairan strategis tersebut.

Sejak pecahnya konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu, Iran sebagian besar menutup akses pengiriman melalui selat yang menjadi salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Dalam kondisi normal, Selat Hormuz menyumbang sekitar seperlima dari total pengiriman minyak mentah dan gas alam cair global, serta berbagai komoditas penting lainnya. Kebijakan blokade ini telah mengguncang pasar energi dunia dan memberikan tekanan ekonomi yang signifikan.

Dalam pernyataan resminya, Garda Revolusi yang merupakan sayap ideologis militer Iran menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah tercapainya kesepakatan mengenai protokol pengelolaan selat. “Pada akhirnya disimpulkan bahwa sejumlah kapal Tiongkok yang diminta oleh negara ini akan melewati daerah ini setelah kesepakatan tentang protokol pengelolaan selat Iran,” demikian bunyi pernyataan tersebut. Garda Revolusi menambahkan bahwa proses pelintasan telah dimulai sejak Rabu malam.

Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa lebih dari 30 kapal telah diizinkan untuk melintas, meskipun belum dapat dipastikan apakah seluruhnya merupakan kapal berbendera China. Kelonggaran ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, di mana Amerika Serikat sebelumnya juga memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai bagian dari strategi tekanan maksimalnya.

Sementara itu, izin pelintasan bagi kapal-kapal China tersebut bertepatan dengan kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke China. Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden Xi Jinping pada Kamis untuk membahas sejumlah isu, termasuk konflik yang melibatkan Iran. Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi sorotan karena berpotensi memengaruhi dinamika diplomasi di kawasan Timur Tengah yang kian memanas.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags