Kadin dan KLH Sepakat Perkuat Industrialisasi Hijau untuk Ciptakan Lapangan Kerja Ramah Lingkungan

- Rabu, 13 Mei 2026 | 23:33 WIB
Kadin dan KLH Sepakat Perkuat Industrialisasi Hijau untuk Ciptakan Lapangan Kerja Ramah Lingkungan

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) sepakat untuk memperkuat pengembangan industrialisasi hijau yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja ramah lingkungan serta transisi energi berkelanjutan. Kesepakatan ini lahir dari pertemuan antara Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya N. Bakrie, dengan Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH, Mohammad Jumhur Hidayat, yang berlangsung di Jakarta pada Rabu, 13 Mei 2026.

Anindya N. Bakrie menegaskan bahwa isu lingkungan hidup kini menjadi faktor krusial dalam pengembangan bisnis dan industri nasional, terutama di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, industrialisasi yang tidak hanya bernilai tambah tetapi juga ramah lingkungan dapat mendorong pertumbuhan tenaga kerja hijau sekaligus memperkuat program resiliensi energi yang dicanangkan pemerintah.

“Kalau bisa kita membuat industrialisasi dengan nilai tambah, ditambah hijau pula, itu dapat meningkatkan green jobs atau tenaga kerja hijau sekaligus mendukung program resiliensi energi pemerintah,” ujar Anindya usai pertemuan.

Ia menambahkan bahwa dunia usaha saat ini tidak hanya dituntut untuk tumbuh secara ekonomi, tetapi juga harus mampu menjaga keberlanjutan lingkungan demi generasi mendatang. Dalam pertemuan tersebut, Kadin dan KLH juga membahas peluang kerja sama dalam pengembangan skema Just Energy Transition Partnership (JETP) serta pembentukan gugus tugas penciptaan lapangan kerja hijau atau green jobs creation task force.

Anindya menilai bahwa pengembangan industri bernilai tambah yang berbasis keberlanjutan dapat menjadi peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri Indonesia di pasar global. Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Mohammad Jumhur Hidayat, menyambut positif komitmen dunia usaha dalam memperkuat pemahaman terhadap isu lingkungan.

“Saya senang Kadin maju dalam urusan pemahaman soal lingkungan dan kita banyak kemungkinan kerja sama ke depan, apalagi soal green jobs dan just energy transition,” ujar Jumhur.

Ia menegaskan bahwa pengembangan nilai tambah industri perlu dipersiapkan sejalan dengan kepatuhan terhadap aspek lingkungan agar pembangunan ekonomi berjalan secara berkelanjutan. “Dalam pengembangan nilai tambah itu dipersiapkan juga comply terhadap lingkungan dan saya rasa itu bagus,” katanya.

Menurut Jumhur, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan hidup. Ia pun menekankan pentingnya semangat kebersamaan lintas sektor dalam upaya memuliakan bumi.

“Tidak ada satu tekad apapun yang bisa menyatukan lintas kegiatan, lintas generasi, lintas intelektual, lintas usaha, lintas etnis, lintas agama kecuali tekad untuk memuliakan bumi termasuk berbisnis, mencari kehidupan itu adalah bagian memuliakan hidup,” kata Jumhur.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar