PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per hari ini, Rabu (13/5/2026), dengan kenaikan signifikan terjadi pada jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kebijakan ini merupakan bagian dari penyesuaian harga yang diatur dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang mengubah aturan sebelumnya tentang formula harga dasar BBM umum.
Untuk wilayah dengan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, seperti DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.900 per liter dari sebelumnya Rp19.400 per liter. Sementara itu, harga Dexlite melonjak menjadi Rp26.000 per liter dari Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex tercatat mengalami kenaikan paling tajam, yakni menjadi Rp27.900 per liter dari sebelumnya Rp23.900 per liter.
Di sisi lain, harga BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax tetap bertahan di angka Rp12.300 per liter, dan Pertamax Green 95 masih dibanderol Rp12.900 per liter. Untuk jenis BBM bersubsidi, Pertalite dijual dengan harga Rp10.000 per liter dan Bio Solar tetap Rp6.800 per liter di seluruh wilayah Indonesia.
Kenaikan harga ini tidak seragam di semua daerah. Di wilayah Sumatra Utara dan Aceh, misalnya, Pertamax Turbo dibanderol Rp20.350 per liter, sementara di FTZ Batam harganya lebih rendah, yakni Rp18.900 per liter. Perbedaan ini dipengaruhi oleh komponen pajak daerah dan biaya distribusi yang berlaku di masing-masing wilayah.
Di kawasan DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga Pertamax Turbo tercatat Rp19.900 per liter, Dexlite Rp26.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp27.900 per liter. Sementara itu, di Bali dan Nusa Tenggara Barat, harga Pertamina Dex justru lebih rendah, yaitu Rp23.900 per liter, atau sama dengan harga sebelumnya di sejumlah wilayah lain.
Untuk wilayah timur Indonesia, seperti Maluku dan Maluku Utara, harga Pertamax Turbo tidak tercantum dalam daftar, namun Pertamax masih dijual Rp12.600 per liter. Di Papua, Pertamax Turbo dibanderol Rp20.350 per liter, sementara di Papua Barat dan Papua Barat Daya, Pertamina Dex dijual Rp28.500 per liter. Adapun di Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan, hanya tersedia Pertalite, Pertamax, Dexlite, dan Solar dengan harga yang sama seperti wilayah lainnya.
Penyesuaian harga ini, menurut Pertamina, dilakukan secara berkala dengan mengacu pada fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat. Meski demikian, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap dijaga agar tidak berubah demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Artikel Terkait
Persipura Dilarang Gelar Laga Kandang Semusim dan Didenda Rp155 Juta Usai Kerusuhan Suporter
Persaingan Empat Besar BRI Super League Memanas, Persebaya Kokoh di Puncak
BMKG: Sebagian Jabodetabek Diguyur Hujan Ringan hingga Lebat pada Sabtu, 16 Mei 2026
Polda Metro Jaya: Bekasi, Depok, dan Tangerang Zona Rawan Kejahatan Jalanan, 171 Kasus Terungkap