Wakil Ketua Komisi IX DPR Minta Masyarakat Waspada Hantavirus di Jakarta, Imbau Tak Panik

- Rabu, 13 Mei 2026 | 08:40 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR Minta Masyarakat Waspada Hantavirus di Jakarta, Imbau Tak Panik

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, meminta masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada menyusul temuan empat kasus hantavirus di Jakarta sepanjang tahun 2026. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons terhadap kekhawatiran publik yang mulai muncul setelah kasus tersebut dikonfirmasi oleh otoritas kesehatan.

“Dengan ditemukannya kasus hantavirus di Jakarta, saya minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan tetap menjaga ketenangan, tidak panik. Saya minta pemerintah segera bergerak cepat menangani kasus yang terjadi,” kata Yahya kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).

Yahya menjelaskan bahwa hantavirus merupakan virus yang ditularkan oleh hewan, terutama tikus. Virus ini, menurutnya, dapat menyebabkan penyakit serius hingga kematian pada manusia jika tidak ditangani dengan tepat.

“Penularan hantavirus bukan dari manusia ke manusia tetapi dari tikus ke manusia, baik melalui inhalasi atau udara terbuka, kontak langsung dengan urin, air liur dan kotoran tikus maupun melalui gigitan tikus,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, Yahya mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dari keberadaan tikus. Ia juga mengimbau penggunaan alat pelindung diri, seperti masker dan sarung tangan, terutama saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi.

“Pola pencegahan dari hantavirus adalah dengan menjaga kebersihan rumah dari tikus, menggunakan APD jika melakukan pekerjaan yang bersentuhan dengan tikus. Selain itu gunakan disinfektan jika membersihkan ruangan yang terkontaminasi oleh kotoran tikus,” jelasnya.

Di sisi lain, Yahya menilai langkah Kementerian Kesehatan yang telah memperkuat pengawasan melalui thermal scanner, pengamatan visual, dan sistem surveilans bagi pelaku perjalanan sudah tepat. Namun, ia menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat di pintu masuk Indonesia.

“Langkah yang dilakukan oleh Kemenkes dengan memperkuat pengawasan di pintu masuk ke dalam melalui thermal scanner, pengamatan visual, dan sistem surveilans pelaku perjalanan sudah sangat tepat. Kita harapkan ini dijalankan dengan baik agar tidak terjadi potensi penyebaran hantavirus melalui pintu masuk tersebut,” jelasnya.

Politisi Partai Golkar itu juga menyampaikan bahwa Kemenkes telah menyiapkan jejaring laboratorium dengan kemampuan pemeriksaan PCR dan Whole Genome Sequencing. Selain itu, kesiapan 198 rumah sakit yang tergabung dalam jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging di seluruh Indonesia juga telah diperkuat.

“Untuk itu kita berharap agar penyebaran hantavirus di Indonesia dapat tertangani dengan baik dan masyarakat diimbau untuk tidak panik dan mematuhi protokol kesehatan yang disampaikan oleh otoritas kesehatan berkaitan dengan hantavirus,” paparnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar