Dokter Sebut Bercak Hitam di Dinding Bukan Sekadar Noda, Bisa Jadi Black Mold yang Berbahaya bagi Pernapasan

- Rabu, 13 Mei 2026 | 02:50 WIB
Dokter Sebut Bercak Hitam di Dinding Bukan Sekadar Noda, Bisa Jadi Black Mold yang Berbahaya bagi Pernapasan

Bercak hitam yang kerap muncul di sudut dinding atau kamar mandi sering dianggap sebagai noda kotoran biasa. Namun, di balik tampilannya yang sepele, noda tersebut bisa jadi merupakan black mold, yaitu jenis jamur yang tumbuh akibat kelembaban tinggi dan berpotensi membahayakan kesehatan penghuni rumah.

Dokter umum sekaligus influencer kesehatan, Gia Pratama, menjelaskan bahwa black mold biasanya tampak seperti bercak gelap yang sulit dibersihkan. Jamur ini tumbuh subur di lingkungan dengan sirkulasi udara buruk dan tingkat kelembaban yang tinggi, seperti di kamar mandi, dapur, atau sudut ruangan yang jarang terkena sinar matahari.

“Pernah melihat noda hitam di sudut dinding atau kamar mandi? Jangan dianggap cuma kotoran biasa, bisa jadi itu black mold. Itu jamur yang tumbuh karena udaranya terlalu lembab,” ujar dr. Gia dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa black mold melepaskan serbuk halus yang disebut spora ke udara. Spora ini berukuran sangat kecil sehingga dapat terhirup tanpa disadari oleh penghuni rumah. Paparan spora dalam jangka panjang dapat memicu gangguan pernapasan seperti alergi, batuk, hidung tersumbat, hingga memperburuk kondisi penderita asma atau penyakit paru-paru lainnya.

“Nah, black mold ini mengeluarkan serbuk yang sangat halus dan itu terus dilepaskan ke udara. Serbuk ini kita sebut dengan spora. Ukurannya sangat kecil dan bisa kita hirup tanpa kita sadar,” jelasnya.

Menurut dr. Gia, faktor utama yang memicu pertumbuhan jamur ini adalah kelembaban ruangan yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, ia menyarankan agar tingkat kelembaban di dalam rumah dijaga pada kisaran ideal, yaitu antara 40 hingga 60 persen. Selain itu, ventilasi yang memadai juga menjadi kunci agar sirkulasi udara tetap lancar dan ruangan tidak terasa pengap atau lembab.

“Jamur ini biasanya tumbuh di tempat yang lembab seperti kamar mandi, dapur, sudut rumah yang ventilasinya kurang atau ruangan yang memang kelembabannya sangat tinggi,” kata dia.

Pada akhirnya, dr. Gia mengajak masyarakat untuk tidak hanya fokus pada kebersihan visual rumah, tetapi juga pada kualitas udara di dalamnya. Menurutnya, lingkungan yang sehat tidak hanya terlihat bersih, tetapi juga terasa nyaman untuk bernafas.

“Kadang yang mengganggu kesehatan di rumah bukan yang terlihat tapi yang kasat mata. Jadi pastikan rumah bukan cuma bersih tapi juga sehat udaranya. Karena udara rumah sehat, nafas keluarga jauh lebih nyaman,” pungkasnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar