Hasil survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 5–19 Juli 2026 menunjukkan elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melonjak tajam hingga 4,1 persen. Angka ini untuk pertama kalinya menembus ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen, sekaligus menempatkan PSI di posisi kedelapan secara nasional.
Kenaikan ini terjadi di tengah tren penurunan elektabilitas partai politik koalisi pemerintah lainnya. Kondisi itu memicu berbagai analisis politik, terutama mengenai faktor-faktor yang mendorong pergeseran dukungan tersebut.
Peta Elektabilitas Parpol
Berdasarkan survei SMRC, Partai Gerindra masih memuncaki daftar dengan elektabilitas 16,9 persen, disusul PDIP 11,7 persen, Golkar 9,6 persen, dan Demokrat 8,1 persen. Di bawahnya, PKB meraih 5,4 persen, sementara NasDem dan PKS sama-sama mengantongi 4,4 persen. PSI berada tepat di bawah keduanya dengan 4,1 persen.
Partai lain seperti Perindo, PAN, dan PPP tercatat di bawah 4 persen, masing-masing 2,2 persen, 1,9 persen, dan 1,3 persen. Sementara itu, 25,9 persen responden mengaku belum menentukan pilihan.
Fenomena Jokowi Effect
Para pengamat menilai kedekatan PSI dengan Joko Widodo memberikan limpahan insentif elektoral yang nyata. Figur Jokowi dinilai masih memiliki daya tarik kuat bagi basis pemilih loyalnya yang kemudian beralih mendukung PSI. Namun, pengaruh itu dinilai tidak sedominan efek Susilo Bambang Yudhoyono terhadap Partai Demokrat di masa emasnya. Jika pengaruhnya sangat mutlak, elektabilitas PSI diprediksi bisa langsung menyentuh angka 7–9 persen.
Selain faktor eksternal tersebut, kenaikan ini juga didorong oleh langkah konsolidasi struktur PSI hingga tingkat daerah, gerakan program kerakyatan yang konsisten, serta pemanfaatan momentum safari politik.
Hasil lengkap riset berkala mengenai dinamika politik nasional ini dapat dipantau langsung melalui rilis resmi SMRC. Peta dukungan dinilai masih sangat cair mengingat pemilu berikutnya masih cukup lama dan angka pemilih mengambang masih di atas 25 persen.
Artikel Terkait
Survei SMRC: Elektabilitas Dedi Mulyadi Melonjak, Prabowo Tertekan
Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok 30 Persen dalam Sembilan Bulan
Pemerintah Tak Kejar Survei, Kepuasan Publik Turun jadi 51,1 Persen
Dasco: Hasil Survei SMRC Akan Dikaji sebagai Bahan Evaluasi Pemerintah