PAN Nilai Duduk Berdampingan Prabowo-Jokowi Bukti Politik Sehat

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:15 WIB
PAN Nilai Duduk Berdampingan Prabowo-Jokowi Bukti Politik Sehat

Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menilai posisi duduk Presiden Prabowo Subianto yang diapit Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI merupakan hal yang biasa. Menurutnya, momen itu justru mematahkan spekulasi adanya keretakan hubungan di antara mereka.

"Menurut PAN, tempat duduk Presiden Prabowo dan Pak Jokowi adalah hal yang biasa saja, sesuai dengan aturan protokoler kepresidenan dalam acara kenegaraan," kata Viva Yoga kepada wartawan, Rabu (19/8/2026).

Viva menilai kebersamaan dalam suasana penuh kegembiraan itu menunjukkan contoh politik yang sehat. Perbedaan politik, kata dia, tidak seharusnya menghilangkan persahabatan antarpemimpin.

"Kehadiran Pak Jokowi yang duduk berdampingan dengan Presiden Prabowo dalam suasana penuh kegembiraan telah melenyapkan spekulasi politik yang menafsirkan adanya keretakan hubungan," ujarnya.

"Bagi PAN, jika para pemimpin bisa duduk bersama, berdialog, tersenyum dan menunjukkan suasana persahabatan di tengah peringatan kemerdekaan, itu adalah contoh politik yang sehat penuh dengan kebijaksanaan," tutur Viva.

Dia menambahkan, masyarakat pasti senang apabila para pemimpinnya kompak dan saling menjaga persahabatan. Para pemimpin, lanjutnya, harus memberikan teladan bagi masyarakat.

"Rakyat pasti senang jika para pemimpinnya kompak, menjaga persahabatan, dan saling bertegur-sapa. Pemimpin mesti memberikan suri keteladanan bagi masyarakat," katanya.

Viva menegaskan perbedaan warna politik dan aliran pemikiran adalah keniscayaan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh merusak persatuan nasional.

"Keperbedaan warna politik dan aliran pemikiran politik bagi masyarakat Indonesia adalah suatu keniscayaan, taken for granted. Tetapi tidak boleh merusak integrasi nasional, kohesivitas sosial, dan cita-cita kemerdekaan," ucapnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags