Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Palangka Raya, Kalimantan Tengah, di tengah musim kemarau yang berkepanjangan. Dalam sehari, sedikitnya 19 titik api terdeteksi, sebagian berada tidak jauh dari permukiman warga. Kondisi ini memaksa petugas bergerak cepat untuk mencegah api menjalar ke bangunan.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kota Palangka Raya, 19 titik api yang muncul dalam sehari itu terdiri atas api baru dan titik api lanjutan. Manajer Pusdalops PB Kota Palangka Raya, Balap, mengatakan jumlah titik karhutla dalam sehari bahkan pernah mencapai 26 titik.
"Rata-rata 18-19, beberapa hari kemarin ada yang 26 titik. Laporan yang kami terima, semua (titik api) berada di dekat permukiman," ujar Balap, Selasa (18/8/2026).
Sebagian besar kebakaran lahan terjadi di sekitar permukiman warga. Hal tersebut membuat petugas harus segera melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah terbatasnya sumber air akibat musim kemarau. Petugas terkadang harus memanfaatkan sumur bor milik warga selain mengandalkan pasokan air dari mobil tangki.
Maraknya karhutla di Palangka Raya juga berdampak pada kualitas udara. Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah, terutama pada pagi dan sore hari. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga diimbau selalu menggunakan masker untuk mengurangi dampak paparan asap.
Artikel Terkait
Kualitas Udara Palangka Raya Capai Level Berbahaya, Kabut Asap Selimuti Jalan Tjilik Riwut
Peringatan HUT ke-81 RI: Bendera Merah Putih Berkibar di Tengah Karhutla Riau
Kibarkan Merah Putih di Tengah Asap Karhutla, Personel Gabungan Padamkan Api di Pelalawan
Karhutla di Kotawaringin Timur Meluas, Capai 1.207 Hektare