138.879 Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan ke Arab Saudi hingga Hari ke-22

- Selasa, 12 Mei 2026 | 21:55 WIB
138.879 Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan ke Arab Saudi hingga Hari ke-22

Sebanyak 138.879 jemaah haji Indonesia dan 1.433 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi hingga hari ke-22 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Data dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat bahwa jumlah tersebut terbagi dalam 359 kelompok terbang (kloter) yang telah bertolak secara bertahap sejak awal musim haji.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyatakan bahwa secara umum seluruh rangkaian layanan haji berjalan lancar. Mulai dari proses pemberangkatan di Tanah Air, kedatangan di Arab Saudi, hingga layanan akomodasi dan kesehatan bagi para jemaah, semua terpantau sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

"Berdasarkan data terakhir, sebanyak 359 kloter dengan 138.879 jemaah dan 1.433 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Sementara itu, pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah juga terus berlangsung secara bertahap," ujar Maria, Selasa (12/5/2026).

Hingga saat ini, sebanyak 273 kloter dengan 105.360 jemaah dan 1.092 petugas telah tiba di Makkah. Di sisi lain, untuk kedatangan jemaah haji gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport Jeddah, tercatat sebanyak 84 kloter dengan 32.009 jemaah dan 337 petugas telah sampai di Arab Saudi. Selain itu, jemaah haji khusus yang telah tiba di Tanah Suci mencapai 6.018 orang dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal yang ditetapkan.

Dalam kesempatan tersebut, Kemenhaj juga menekankan penguatan transformasi digital untuk mendukung pelaporan, pengawasan, dan respons layanan jemaah haji. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah aplikasi Kawal Haji, yang dapat digunakan oleh jemaah maupun petugas untuk menyampaikan laporan dan kendala layanan selama berada di Tanah Suci.

“Melalui kanal ini, setiap laporan yang masuk dapat langsung dipantau, diteruskan, dan ditindaklanjuti lebih cepat oleh petugas sesuai kewenangannya masing-masing,” kata Maria.

Kemenhaj juga memperkuat Command Center Haji 2026 sebagai pusat kendali internal penyelenggaraan haji. Pusat kendali ini berfungsi memantau berbagai aspek layanan secara real-time, mulai dari pergerakan jemaah, data kloter, transportasi, akomodasi, hingga konsumsi.

Menjelang fase puncak haji, Maria kembali mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi kesehatan dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas berat, terutama di luar hotel pada siang hari. “Fase puncak haji membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Karena itu, jangan memaksakan diri melakukan aktivitas yang tidak mendesak, terutama di luar hotel pada siang hari,” pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar