Penemuan belasan bayi yang dirawat di rumah seorang bidan di Padukuhan Randu Wonokerso, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, mengguncang warga setempat. Sebagian besar bayi tersebut disebut-sebut merupakan hasil dari hubungan di luar nikah. Peristiwa ini terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan mengenai kejanggalan di lokasi tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, mengungkapkan bahwa petugas awalnya mendapatkan informasi mencurigakan terkait keberadaan belasan bayi di rumah milik seorang bidan. Bayi-bayi itu dirawat oleh tiga orang yang diduga bertanggung jawab atas perawatan mereka. “Tentunya kami merasa ada hal yang janggal terhadap adanya 11 bayi yang ada di Hargobinangun tersebut. Di suatu rumah yang ditungguin atau dirawat oleh tiga orang,” ujar Wiwit kepada wartawan.
Proses evakuasi terhadap 11 bayi tersebut akhirnya dilakukan pada Jumat (8/5) sore, melibatkan aparat kepolisian dan dinas terkait. Dari jumlah itu, tiga bayi dalam kondisi sakit dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara itu, dua bayi lainnya telah diambil oleh orang tua yang mengaku sebagai ibu kandung mereka. Enam bayi sisanya kini berada di bawah penanganan Dinas Sosial Sleman untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Tiga bayi kita rawat di RSUD, kemarin dua bayi diambil yang mengaku ibunya. Terus enam bayi yang lain dirawat di dinsos untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Wiwit.
Berdasarkan keterangan polisi, seluruh bayi tersebut dilahirkan di wilayah Banyuraden, Gamping, dengan bantuan seorang bidan berinisial ORP. Praktik persalinan itu telah berlangsung sejak lima bulan terakhir. Kasus ini bermula ketika seorang ibu melahirkan di tempat bidan tersebut dan kemudian menitipkan bayinya. Polisi kini masih mendalami dugaan praktik ilegal di balik perawatan belasan bayi tersebut.
Artikel Terkait
Serangan Drone Kembali Hantam Kyiv Sesaat Setelah Gencatan Senjata Berakhir
Harga Emas Antam Naik Rp40.000 per Gram, Buyback Tembus Rp2,676 Juta
12 Provinsi Sepakat Jadikan Jawa Tengah Poros Kolaborasi Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional
15 WNA China di Tambang Gunung Botak Terancam Dideportasi karena Izin Tinggal Tak Sesuai