Empat mahasiswa Universitas Trisakti gugur setelah diduga ditembak dengan peluru tajam saat mengikuti demonstrasi menuntut Presiden Soeharto mundur pada 12 Mei 1998. Peristiwa berdarah yang dikenal sebagai Tragedi Trisakti itu menjadi titik balik yang memicu gelombang protes massal dan akhirnya meruntuhkan kekuasaan Orde Baru yang telah berlangsung selama 32 tahun.
Demonstrasi besar-besaran terjadi di sejumlah daerah, terutama di Jakarta, pada hari itu. Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas turun ke jalan dan mendatangi Gedung DPR/MPR. Sekelompok mahasiswa Universitas Trisakti menjadi bagian dari aksi unjuk rasa yang menuntut reformasi total dan pengunduran diri Soeharto.
Situasi mulai memanas ketika para mahasiswa bergerak mundur sekitar pukul 17.15 WIB. Aparat keamanan disebut turut mengikuti pergerakan mereka. Sejumlah mahasiswa kemudian berlindung di dalam kampus Trisakti, Slipi, Jakarta Barat. Namun, sekitar pukul 20.00 WIB, empat mahasiswa dilaporkan tewas dan satu lainnya dalam kondisi kritis. Keempat korban adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie. Mereka mengalami luka tembak di bagian kepala, tenggorokan, dan dada.
Aparat keamanan mengklaim bahwa saat mengamankan aksi unjuk rasa, mereka tidak dilengkapi dengan peluru tajam. Meskipun demikian, tragedi itu menyulut kemarahan luas di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Gelombang demonstrasi menuntut Soeharto mundur semakin masif dan tak terkendali. Tekanan publik yang begitu kuat akhirnya memaksa penguasa Orde Baru itu menyerahkan jabatan presiden kepada Wakil Presiden B.J. Habibie, menandai dimulainya era reformasi di Indonesia.
Di luar peristiwa domestik tersebut, tanggal 12 Mei juga mencatat sejumlah kejadian penting di dunia. Pada 1551, Universitas Nasional San Marcos, universitas tertua di Amerika Selatan, didirikan di Kota Lima, Peru, pada masa pemerintahan Carlos I dari Spanyol. Lebih dari tiga abad kemudian, pada 1936, kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Enterprise (CV-6), resmi diluncurkan. Kapal dari kelas Yorktown itu menjadi salah satu dari hanya tiga kapal induk Amerika yang ditugaskan sebelum Perang Dunia II dan dikenal luas karena partisipasinya dalam pertempuran besar melawan Jepang.
Sementara itu, pada 12 Mei 2008, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,9 mengguncang daerah Wenchuan, Sichuan, China, sekitar pukul 14.28 waktu setempat. Getarannya terasa hingga Thailand dan Vietnam. Pemerintah China melaporkan bahwa bencana tersebut menewaskan 87.587 orang, sementara 18.392 orang lainnya dinyatakan hilang dan 300.000 orang mengalami luka-luka. Gempa Wenchuan tercatat sebagai gempa paling mematikan di China sejak gempa Tangshan pada 1976 yang merenggut 242.000 jiwa.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Gerebek Gudang Penampungan Ribuan Motor di Jakarta Selatan, Diduga Hasil Kejahatan
IHSG Ditutup Melemah 0,92 Persen ke Level 6.905, Rawan Koreksi ke Kisaran 6.645
Argentina Umumkan 55 Pemain Sementara Piala Dunia 2026, Messi Masuk dalam Skuad
Mariano Peralta Cetak Dua Gol, Bawa Borneo FC Kalahkan Bali United