Iran Peringatkan Inggris dan Prancis soal Rencana Pengerahan Kapal Perang ke Selat Hormuz

- Selasa, 12 Mei 2026 | 06:10 WIB
Iran Peringatkan Inggris dan Prancis soal Rencana Pengerahan Kapal Perang ke Selat Hormuz

Iran melontarkan peringatan keras kepada Inggris dan Prancis menyusul rencana kedua negara Eropa itu mengerahkan kapal angkatan laut ke perairan Selat Hormuz. Teheran menegaskan agar London dan Paris tidak mencampuri urusan yang berkaitan dengan kedaulatan dan keamanan jalur pelayaran strategis tersebut. Peringatan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan yang menjadi jalur vital bagi pasokan minyak dan gas bumi dunia.

Ketegangan di Selat Hormuz kian memanas seiring persaingan pengaruh antara Iran dan Amerika Serikat dalam mengendalikan perairan yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman itu. Selat ini dikenal sebagai salah satu titik paling strategis secara geopolitik dan ekonomi karena menjadi lintasan utama pengiriman energi global. Dalam situasi yang rapuh ini, setiap langkah militer dari pihak asing langsung dipandang sebagai provokasi oleh Teheran.

Prancis sebelumnya telah mengumumkan pengerahan kapal induk Charles de Gaulle menuju Laut Merah dan Teluk Aden. Langkah itu disebut sebagai persiapan untuk misi gabungan bersama Inggris yang bertujuan memperkuat kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Sementara itu, Inggris juga menyatakan akan mengirimkan satu kapal perangnya ke Laut Merah dalam koordinasi dengan angkatan laut Prancis.

Rencana pengerahan pasukan angkatan laut dari dua negara Eropa itu menandai eskalasi keterlibatan asing di kawasan yang selama ini menjadi ajang persaingan antara Iran dan sekutu-sekutunya. Meskipun kedua negara menyatakan misi tersebut bersifat defensif dan bertujuan menjaga kebebasan bernavigasi, respons keras dari Iran menunjukkan bahwa langkah itu dianggap sebagai intervensi langsung terhadap wilayah pengaruhnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar