Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengumumkan serangkaian langkah baru untuk menghadapi Amerika Serikat dan Israel dalam sebuah pertemuan dengan komandan Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdollahi. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dengan kedua negara tersebut.
Menurut laporan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, pada Minggu, Abdollahi melaporkan secara langsung kepada Khamenei mengenai kondisi terkini angkatan bersenjata Iran. Pertemuan ini menjadi laporan resmi pertama antara komandan militer dan pemimpin tertinggi yang baru.
Dalam kesempatan itu, Abdollahi memaparkan kesiapan pertahanan dan kemampuan serangan militer Iran yang dinilainya luar biasa. Ia juga mengungkapkan keberadaan rencana strategis, persenjataan, serta peralatan yang telah disiapkan untuk menghadapi Amerika Serikat.
Komandan tersebut meyakinkan pemimpin tertinggi bahwa militer Iran mampu memberikan respons militer yang cepat dan kuat terhadap setiap bentuk agresi dari musuh. Pernyataan ini menegaskan sikap keras Teheran di tengah situasi yang masih memanas.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan terhadap Iran sejak 28 Februari lalu. Pada 7 April, Washington dan Teheran sepakat untuk memberlakukan gencatan senjata selama dua pekan dan melanjutkan perundingan dengan mediasi Pakistan di Islamabad. Namun, pembicaraan tersebut berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan.
Sementara itu, meskipun tidak ada laporan mengenai dimulainya kembali permusuhan, Amerika Serikat mulai menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Para mediator masih terus berupaya untuk menggelar putaran perundingan baru guna meredakan ketegangan yang masih berlangsung.
Artikel Terkait
Persipura Dilarang Gelar Laga Kandang Semusim dan Didenda Rp155 Juta Usai Kerusuhan Suporter
Persaingan Empat Besar BRI Super League Memanas, Persebaya Kokoh di Puncak
BMKG: Sebagian Jabodetabek Diguyur Hujan Ringan hingga Lebat pada Sabtu, 16 Mei 2026
Polda Metro Jaya: Bekasi, Depok, dan Tangerang Zona Rawan Kejahatan Jalanan, 171 Kasus Terungkap