Iran Umumkan Langkah Baru Hadapi AS dan Israel Usai Gencatan Senjata Buntu

- Senin, 11 Mei 2026 | 01:15 WIB
Iran Umumkan Langkah Baru Hadapi AS dan Israel Usai Gencatan Senjata Buntu

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengumumkan serangkaian langkah baru untuk menghadapi Amerika Serikat dan Israel dalam sebuah pertemuan dengan komandan Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdollahi. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dengan kedua negara tersebut.

Menurut laporan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, pada Minggu, Abdollahi melaporkan secara langsung kepada Khamenei mengenai kondisi terkini angkatan bersenjata Iran. Pertemuan ini menjadi laporan resmi pertama antara komandan militer dan pemimpin tertinggi yang baru.

Dalam kesempatan itu, Abdollahi memaparkan kesiapan pertahanan dan kemampuan serangan militer Iran yang dinilainya luar biasa. Ia juga mengungkapkan keberadaan rencana strategis, persenjataan, serta peralatan yang telah disiapkan untuk menghadapi Amerika Serikat.

Komandan tersebut meyakinkan pemimpin tertinggi bahwa militer Iran mampu memberikan respons militer yang cepat dan kuat terhadap setiap bentuk agresi dari musuh. Pernyataan ini menegaskan sikap keras Teheran di tengah situasi yang masih memanas.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan terhadap Iran sejak 28 Februari lalu. Pada 7 April, Washington dan Teheran sepakat untuk memberlakukan gencatan senjata selama dua pekan dan melanjutkan perundingan dengan mediasi Pakistan di Islamabad. Namun, pembicaraan tersebut berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan.

Sementara itu, meskipun tidak ada laporan mengenai dimulainya kembali permusuhan, Amerika Serikat mulai menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Para mediator masih terus berupaya untuk menggelar putaran perundingan baru guna meredakan ketegangan yang masih berlangsung.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar