MURIANETWORK.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendorong serikat pekerja untuk meningkatkan kompetensi agar siap menghadapi kebutuhan industri, khususnya dalam mendukung program hilirisasi nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam acara tasyakuran HUT ke-50 Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Hari Pekerja Indonesia 2026 di Purwakarta, Sabtu (21 Februari 2026).
Hilirisasi dan Peluang Kerja Baru
Dalam pidatonya, Kapolri yang juga menjabat Ketua Dewan Penasihat KSPSI itu menyoroti pentingnya kesiapan tenaga kerja menyongsong era industrialisasi. Ia menjelaskan, program hilirisasi sumber daya alam yang digencarkan pemerintah bukan hanya untuk kemandirian ekonomi, tetapi juga untuk membuka lapangan kerja secara masif. Program ini sejalan dengan visi pemerintah yang akan mendorong pembangunan 18 industri strategis ke depan.
“Bapak Presiden ke depan tentunya akan terus mendorong di dalam program Asta Cita-nya untuk terus mendorong berbagai program prioritas strategis, antara lain bagaimana beliau mendorong hilirisasi dan salah satu yang akan dilaksanakan adalah beliau akan segera melaksanakan dan mendorong pembangunan 18 industri strategis,” jelas Jenderal Sigit di hadapan para peserta.
Dengan adanya pembangunan industri tersebut, diharapkan tercipta ruang berkarya yang luas bagi para pekerja. “Kita harapkan terdapat lapangan pekerjaan baru yang jumlahnya kita harapkan juga besar. Sehingga ini menjadi ruang-ruang bagi teman-teman buruh untuk terus berkarya sebagai para pahlawan-pahlawan devisa,” ucapnya.
Fasilitas Polri Dibuka untuk Pelatihan Buruh
Untuk mendukung peningkatan keterampilan tersebut, Kapolri menawarkan fasilitas pelatihan milik Polri. Selain memanfaatkan Pusdiklat KSPSI dan Balai Latihan Kerja pemerintah, Sekolah Polisi Negara (SPN) di berbagai daerah juga dibuka untuk program pelatihan bersama. Tawaran ini bertujuan mempermudah akses pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Kalau itu nanti mau dipakai juga untuk bisa dimanfaatkan sehingga kemudian mungkin menjadi lebih dekat, program-program dari perusahaan yang butuh kemampuan teman-teman buruh seperti apa, di situ bisa transfer knowledge,” ujar Jenderal Sigit.
“Sehingga kemudian rekan-rekan juga siap untuk bersaing dengan buruh di mancanegara dan kita tunjukan bahwa buruh-buruh Indonesia juga tidak kalah profesional,” lanjutnya.
Keseimbangan antara Investasi dan Hak Pekerja
Di sisi lain, mantan Kabareskrim ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan. Iklim investasi yang kondusif, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan pemenuhan hak-hak pekerja. Ia mengajak semua pihak untuk berkolaborasi menciptakan hubungan industrial yang harmonis.
“Di satu sisi mereka (investor) mau berinvestasi, mereka mau mengembangkan usahanya. Di sisi lain juga mereka tetap harus memperhatikan hak-hak dari para pekerja. Keseimbangan ini yang tentunya harus kita jaga,” katanya.
Meski demikian, Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk mengawal aspirasi buruh yang disampaikan sesuai koridor hukum. “Polri tetap terus akan mengawal apapun aspirasi dari rekan-rekan buruh di dalam memperjuangkan hak-hak buruh. Namun melalui koridor aturan yang benar,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Shin Tae-yong Yakin Herdman Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Saan Mustopa Gelar Safari Ramadan ke Pesantren, Tekankan Peran Krusial Pendidikan Akhlak
Presiden Prabowo Siap Hadapi Dampak Pembatalan Tarif Dagang Trump oleh MA AS
Taruna STIK Bantu Warga Korban Banjir Bandang di Aceh Barat