Nama Adilson Silva mulai menjadi perbincangan hangat jelang bergulirnya Super League 2026/2027. Penyerang asal Portugal itu bukan hanya sukses membawa Adhyaksa FC promosi ke kasta tertinggi, tetapi juga tampil sebagai mesin gol paling mematikan di Championship Liga 2 musim ini.
Dengan koleksi 26 gol dari 27 pertandingan, Adilson resmi keluar sebagai top skor Liga 2 2025/2026. Catatan tersebut terasa semakin istimewa karena seluruh golnya lahir tanpa bantuan penalti.
Produktivitas luar biasa itu membuat banyak klub mulai melirik striker berusia 28 tahun tersebut. Salah satu isu yang mulai mengemuka adalah kemungkinan reuni bersama mantan pelatihnya di PSM Makassar, Bernardo Tavares.
Situasi menjadi semakin menarik karena nama Bernardo Tavares mulai dikaitkan dengan kursi pelatih Persebaya Surabaya musim depan. Jika rumor tersebut benar-benar menjadi kenyataan, peluang Adilson Silva mengikuti jejak sang pelatih ke Surabaya terbuka sangat lebar.
Hubungan Bernardo dan Adilson bukan sesuatu yang asing. Sebelum menjadi bomber menakutkan bersama Adhyaksa FC, Adilson sempat menjadi bagian skuad PSM Makassar saat Bernardo Tavares masih menangani Pasukan Ramang. Meski saat itu kariernya di Makassar tidak terlalu menonjol, Bernardo termasuk sosok yang memahami karakter permainan sang striker.
Musim ini, Adilson seolah membuktikan bahwa dirinya telah berkembang jauh lebih matang. Bersama Adhyaksa FC, ia menjadi simbol permainan menyerang tim. Kecepatan, agresivitas di kotak penalti, hingga kemampuan membuka ruang membuatnya tampil sangat dominan sepanjang musim Championship.
Bahkan kontribusinya bukan hanya soal gol. Gol semata wayang Adilson ke gawang Persipura Jayapura di Stadion Lukas Enembe menjadi penentu sejarah besar Adhyaksa FC promosi ke Super League untuk pertama kalinya.
Produktivitas Adhyaksa sendiri musim ini memang luar biasa. Mereka menjadi tim paling subur di Championship Liga 2 dengan torehan 65 gol dari 28 pertandingan. Di balik keberhasilan tersebut, peran Adilson sangat sentral.
Karena itu, ketika manajemen Adhyaksa memastikan akan mempertahankan pemain-pilar mereka musim depan, nama Adilson menjadi prioritas utama. Pemilik klub, Eko Setyawan, bahkan menegaskan bahwa pemain-pemain inti seperti Adilson Silva, Makan Konate, dan Ramiro Fergonzi tetap dipertahankan untuk menghadapi kerasnya Super League.
Namun rumor transfer tetap sulit dihentikan. Apalagi Persebaya Surabaya diperkirakan akan melakukan pembenahan besar musim depan. Masa depan beberapa pemain asing Green Force masih belum sepenuhnya aman, sementara kebutuhan akan striker tajam menjadi salah satu prioritas utama.
Dalam konteks itu, Adilson Silva menjadi profil yang sangat menarik. Ia sudah memahami atmosfer sepak bola Indonesia, terbukti tajam, dan memiliki pengalaman bekerja dengan Bernardo Tavares. Koneksi tersebut bisa menjadi faktor penting.
Terlebih Bernardo dikenal sebagai pelatih yang sangat percaya pada pemain yang memahami filosofi permainannya. Jika benar ia kembali melatih di Indonesia bersama Persebaya, peluang merekrut mantan anak asuhnya tentu bukan hal mustahil.
Di sisi lain, Adhyaksa FC sendiri tengah memasuki fase besar dalam sejarah klub. Setelah memastikan promosi, mereka kini merancang identitas baru untuk Super League musim depan. Bahkan muncul rencana memindahkan homebase ke Ternate dan menggunakan Stadion Gelora Kie Raha sebagai markas baru.
Klub juga berencana membawa identitas lokal dengan melibatkan banyak pemain asal Maluku Utara jika kepindahan itu benar-benar terwujud. Namun di tengah proyek besar tersebut, mempertahankan pemain seperti Adilson jelas menjadi tantangan tersendiri. Sebab performanya musim ini sudah cukup untuk menarik perhatian klub-klub besar Super League.
Jika Bernardo Tavares benar-benar berlabuh ke Persebaya Surabaya, rumor reuni bersama Adilson Silva kemungkinan akan semakin sulit dibendung. Dalam sepak bola, hubungan pelatih dan pemain sering kali menjadi awal dari transfer besar berikutnya.
Artikel Terkait
Trump Klaim Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Dua Pilot Selamat
TNI Bantah Sekolah di Ende Digusur untuk Bangun Koperasi, Beberkan Kronologi Kerusakan Bangunan
DPR Sahkan UU Polri, Penyandang Disabilitas Kini Bisa Daftar Jadi Anggota Polisi
175 Produk Digital Selesaikan Penilaian Mandiri Kepatuhan terhadap PP Perlindungan Anak