Kemenangan dramatis 2-1 atas Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026), tidak hanya memperpanjang asa Persib Bandung dalam perebutan gelar juara Super League Indonesia musim 2025/2026, tetapi juga menjadi momentum untuk segera mengalihkan konsentrasi penuh pada laga berat berikutnya melawan PSM Makassar.
Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi dan tensi yang memuncak sejak peluit pertama dibunyikan. Kedua tim, yang terlibat dalam duel sarat gengsi, sama-sama tampil agresif dan saling membuka serangan sejak menit awal. Persib Bandung sempat menciptakan peluang pertama melalui Berguinho, namun upayanya masih mampu diblok oleh barisan pertahanan lawan yang rapat.
Justru Persija Jakarta yang berhasil memecah kebuntuan lebih dulu. Pada menit ke-20, penyerang asal Maroko, Alaaeddine Ajaraie, menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Persib. Ia sukses melewati hadangan Kakang Rudianto sebelum melepaskan sepakan kaki kiri yang tak mampu dijangkau kiper Teja Paku Alam. Keunggulan 1-0 untuk Persija sempat membuat mereka menguasai jalannya pertandingan.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Adam Alis menjelma menjadi aktor utama kebangkitan Persib. Pada menit ke-28, ia dengan cerdik memanfaatkan kesalahan yang dilakukan lini belakang Persija untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol penyama ini secara drastis mengubah ritme permainan.
Persib yang mulai mendapatkan kepercayaan diri terus meningkatkan tekanan. Hasilnya, hanya sepuluh menit berselang, tepatnya pada menit ke-38, Adam Alis kembali mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari umpan terobosan matang Thom Haye, Adam Alis memenangkan duel fisik dengan bek Persija sebelum menaklukkan kiper Carlos Eduardo untuk kedua kalinya. Gol tersebut membawa Persib berbalik unggul 2-1 yang bertahan hingga turun minum.
Babak kedua berlangsung semakin panas. Persija tampil menekan untuk mengejar ketertinggalan, sementara Persib lebih banyak mengandalkan transisi cepat dan pertahanan disiplin. Situasi di lapangan memanas ketika asisten pelatih Persija, Italo Resende, harus diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua akibat protes berlebihan dari pinggir lapangan.
Tekanan dari kubu Persija terus meningkat di sisa pertandingan. Alaaeddine Ajaraie kembali menjadi ancaman serius dengan beberapa peluang, termasuk sebuah peluang emas pada menit ke-82 yang berhasil digagalkan oleh penyelamatan gemilang Teja Paku Alam. Memasuki masa injury time, Persija terus menggempur pertahanan Persib dari kedua sisi sayap, namun Maung Bandung mampu bertahan dengan disiplin baja hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini membawa Persib Bandung mengoleksi 75 poin dari 32 pertandingan, menjaga peluang besar mereka untuk meraih gelar juara musim ini. Di sisi lain, kekalahan ini memastikan Persija Jakarta gagal dalam perburuan gelar setelah tertahan di posisi ketiga dengan 65 poin, membuat mereka mustahil mengejar dua tim teratas.
Setelah mengamankan tiga poin krusial di Samarinda, perhatian Persib Bandung kini sepenuhnya tertuju pada laga kontra PSM Makassar. Duel tersebut diprediksi bakal menjadi pertandingan krusial yang akan sangat menentukan perjalanan mereka di akhir musim.
Artikel Terkait
Pemerintah Tahan Kenaikan Gaji ASN Bertahap hingga 2027, Birokrasi Diuji di Tengah Tekanan Inflasi dan Krisis Energi
Operasi SAR Erupsi Gunung Dukono Dihentikan, Seluruh Korban Termasuk Dua WNA Singapura Ditemukan Meninggal
Reynaldo Bryan Soroti Peran Strategis Pengusaha Muda Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen dalam Debat Perdana Calon Ketum HIPMI
Komisi X DPR Desak Pemerintah Jamin Transisi Guru Non-ASN Tak Ganggu Layanan Pendidikan