JAKARTA Ade Armando, pegiat media sosial yang cukup vokal, akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menuduh Jusuf Kalla Wakil Presiden ke-10 dan 12 melakukan penistaan agama. Belakangan, ceramah JK di Universitas Gadjah Mada memang ramai diperbincangkan. Sebagian pihak menganggapnya bermasalah, bahkan ada yang menyebutnya mengandung unsur penistaan.
“Saya tidak pernah menuduh Pak JK menistakan agama,” kata Ade dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (28/4/2026). Acara itu bertajuk ‘Kisruh, Video Ceramah Dipotong, JK: Saya Difitnah’.
Ade lantas menjelaskan latar belakangnya. Ia punya sebuah podcast yang kerap mengupas isu-isu hangat, termasuk soal ceramah JK. Salah satu bagian yang ia soroti adalah pernyataan JK tentang ‘mati syahid’. Menurut Ade, ia sama sekali tidak menyebut JK menistakan agama. Tapi, ia mengakui bahwa ada kalimat dalam ceramah itu yang menurutnya bermasalah.
“Saya tidak mengatakan Pak JK itu menistakan agama. Saya bilang kalimat itu bermasalah,” tegasnya.
Ia pun menambahkan, dalam podcast itu ada seorang peserta beragama Kristen yang ikut heran. “Dia juga bingung dengan pendapat Pak Jusuf Kalla. Menurut pemahamannya, dalam Kristen, membunuh saja sudah dilarang, apalagi kalau dikaitkan dengan syahid,” ujar Ade.
Ade kemudian memaparkan pandangannya soal konsep syahid dalam Islam. Menurut dia, seorang muslim baru bisa disebut mati syahid jika yang dilawan adalah orang kafir yang memusuhi dan menyerang Islam. Bukan sekadar karena berbeda keyakinan.
“Itulah penjelasan kami di podcast tersebut. Tidak sekali pun saya mengatakan Pak JK itu menistakan agama. Tidak pernah,” katanya, menekankan.
Di sisi lain, situasi ini rupanya juga sampai ke telinga jajaran Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Mereka bersilaturahmi ke kediaman JK di Jakarta Selatan. Salah satu topik yang dibahas ya soal potongan video ceramah yang lagi ramai itu.
Usai pertemuan, Ephorus HKBP Pendeta Victor Tambunan angkat bicara. Ia menilai, setelah mendengar ceramah secara utuh, tidak ada unsur penistaan agama di dalamnya.
“Salah satu hal dari percakapan kami, tentu kita semua tahu baru-baru ini diperbincangkan tentang ceramah beliau yang di UGM. Dan saya sampaikan ke beliau bahwa sebelumnya saya sudah mendengar secara utuh keseluruhan. Saya memahami tidak ada unsur penistaan agama Kristen di dalamnya,” kata Victor.
Victor juga mengimbau seluruh warga HKBP untuk tidak terprovokasi. “HKBP untuk tidak terprovokasi. Jadi saya sampaikan ke beliau bahwa itu sudah saya lakukan sebelumnya,” ujarnya menutup.
Artikel Terkait
Inaca: Penerbangan Kunci Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen pada 2029
KCIC Targetkan 30 Ribu Penumpang Harian Whoosh Tercapai pada 2028
TikTok Akui Sistem Deteksi Usia Belum Sempurna, 1,7 Juta Akun Anak Diblokir tapi Banyak Pengguna Dewasa Ikut Terdampak
Roy Suryo dan Dokter Tifa Kembali Desak Komisi III DPR Gelar RDPU soal Kasus Ijazah Jokowi