JAKARTA Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) punya pesan buat para pelaku musik. Bukan cuma soal berkarya, mereka juga diminta mikirin dampak ekonomi yang bisa bertahan lama. Kenapa begitu?
Mohammad Amin, Direktur Musik di kementerian itu, bilang potensi musisi itu besar banget. Apalagi kalau mereka bisa jadi penggerak ekonomi di komunitasnya sendiri. "Peran musisi tidak hanya berkarya, tetapi juga harus mampu menciptakan dampak ekonomi dan sosial. Ini penting agar karya mereka bisa berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (27/4/2026).
Menurut dia, kuncinya ada di pemahaman soal ekosistem industri. Musisi mesti paham cara membangun jejaring, gimana caranya dapet akses pendanaan, sampai soal distribusi dan monetisasi karya. Semua itu, katanya, penting biar mereka bisa naik kelas.
Di sisi lain, pemerintah juga udah ngeluarin program namanya Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik. Program ini dirancang buat bantu musisi ngembangin kapasitas profesional mereka. Sekaligus, buka akses ke dukungan yang lebih luas.
"Melalui program ini, kami ingin musisi tidak hanya siap secara kreatif, tetapi juga memiliki kapasitas berjejaring dan memanfaatkan peluang yang ada," kata dia.
Nah, dorongan ini sejalan sama pelaksanaan program Bintang Muda Lokananta (BML) Vol. 2. Bedanya, program ini nggak cuma soal kompetisi. Ada juga penguatan kapasitas buat para musisi. Para finalis dikasih pembekalan soal industri, dari manajemen sampai produksi musik.
Dalam sesi mentoring, peserta diajak ngerti gimana caranya karya musik punya nilai ekonomi. Mulai dari strategi distribusi digital, sampai potensi sumber pendapatan di industri yang lagi berubah cepat.
Pendekatan semacam ini dianggap penting. Soalnya, industri musik makin kompetitif dan semuanya berbasis ekosistem. Harapannya, dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku industri, bakal lahir generasi musisi yang nggak cuma kreatif. Tapi juga bisa jadi motor penggerak ekonomi kreatif Indonesia.
Artikel Terkait
Kemensos Percepat Digitalisasi Bansos, Bentuk Tim Lintas Sektor demi Tepat Sasaran
Unhas Kukuhkan Kembali Prof. Jamaluddin Jompa sebagai Rektor Periode 2026-2030
Superbank Gelar RUPST Perdana Pasca-IPO, Catat Laba Sebelum Pajak Rp143,3 Miliar di 2025
Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Kulon Progo Rampung Juni 2026, Tampung 1.080 Siswa