Suasana di kamp Timnas China U-17 terasa optimis. Menjelang Piala Asia U-17 2026, kepercayaan diri mereka melambung tinggi. Media lokal seperti China 163 bahkan menyebut, pintu menuju putaran final Piala Dunia U-17 sudah terbuka lebar. Padahal, tak bisa dipungkiri, mereka masuk dalam grup yang berat.
Berdasarkan undian, China tergabung di Grup B bersama Jepang, Indonesia, dan Qatar. Banyak yang bilang ini adalah "Grup Neraka". Namun begitu, media China justru melihat peluang itu dengan sudut pandang berbeda. Mereka yakin timnya bisa lolos ke fase gugur dan, yang terpenting, merebut tiket ke Piala Dunia.
Lantas, dari mana optimisme itu berasal? Analisisnya datang dari jurnalis olahraga ternama, Zhang Min.
“Timnas China U-17 akan melakoni laga pembuka melawan Timnas Indonesia U-17. Dalam dua laga persahabatan Februari lalu, China dengan mudah mengalahkan Indonesia dua kali, termasuk kemenangan telak 7-0. Kekuatan China jelas jauh lebih unggul dibandingkan Indonesia,”
Begitu tulis Zhang Min dalam ulasannya di media 163, Kamis lalu. Ia menilai kemenangan atas Indonesia dan Qatar adalah target yang sangat realistis. Bukan sekadar angan-angan.
Soal Qatar, analisisnya tak kalah menarik. Zhang Min berpendapat, status Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia justru meringankan beban mereka.
"Qatar menggunakan ajang ini terutama untuk melatih dan mengembangkan pemain. Oleh karena itu, mengalahkan Qatar bukanlah target yang sulit bagi China,"
Jadi, strateginya sederhana: kumpulkan enam poin penuh dari dua laga itu. Dengan begitu, tiket fase gugur dan Piala Dunia pun dianggap hampir pasti, terlepas dari hasil melawan Jepang nanti. Keyakinan ini makin kuat melihat performa China yang cukup bagus dalam uji coba, termasuk menahan Jepang 1-1 dan mengalahkan tim-tim kuat Asia lainnya.
Di sisi lain, situasi Timnas Indonesia U-17 justru kontras. Performa mereka di level regional belum lama ini cukup memprihatinkan. Gagal melaju dari fase grup Piala AFF U-17, ditambah kekalahan dari Malaysia dan hasil tak memuaskan lawan Vietnam, jadi alarm bahaya.
Tanpa evaluasi dan perbaikan mendasar, terutama di lini serang dan pertahanan, perjalanan Garuda Asia di Piala Asia awal Mei nanti diprediksi akan sangat terjal. Sementara itu, di seberang sana, China sudah menyiapkan rencana dengan penuh keyakinan.
Artikel Terkait
SK Hynix Catat Laba Kuartalan Tertinggi, Didorong Gelombang Permintaan Chip AI
Menkes Budi Gunadi Sadikin Jelaskan Cara Baca Label Nutri-Level untuk Batasi Gula Harian
Menko Airlangga Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026 Minimal 5,5%
Pemerintah Targetkan Pembangkit Sampah Kurangi 33.000 Ton Limbah Harian pada 2029