Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, baru-baru ini mengumpulkan jajarannya. Bukan untuk rapat biasa, melainkan memberi arahan soal narkoba. Dengan tegas, jenderal bintang dua itu memperingatkan seluruh personel: jangan sekali-kali bermain-main dengan barang haram tersebut.
Arahan ini disampaikan dalam sebuah pengarahan yang judulnya cukup panjang: ‘Sense of Crisis dan Strategi Pemolisian Adaptif dalam Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi dan Dinamika Kamtibmas’. Acaranya sendiri berlangsung di Polres Siak, pada Selasa, 21 April 2026. Turut hadir sejumlah pejabat utama Polda Riau, plus Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Syam Siregar.
Dalam kesempatan itu, Herry Heryawan menekankan prinsip yang keras. Katanya, zero tolerance. Tidak ada kompromi. Bahkan terhadap anggota Polri sendiri sekalipun.
“Tidak ada kompromi terhadap narkoba. Saya ingatkan, jangan sampai ada anggota yang terlibat,” ujarnya, seperti dikutip pada Rabu, 22 April 2026.
Ia juga menyinggung soal penanganan dari hulu ke hilir. Semua unsur harus dilibatkan. Mulai dari langkah preemtif dan preventif di tingkat hulu, hingga tindakan represif di hilir. Semua harus jalan.
“Penanganan harus dimulai dari hulu melalui langkah preemtif dan preventif, termasuk melibatkan keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari gerakan bersama,” tegasnya lagi.
Jenderal lulusan Akpol 96 ini percaya, perang melawan narkoba tidak bisa sendiri-sendiri. Butuh kolaborasi. Semua komponen bangsa harus bergerak: aparat penegak hukum, pemerintah daerah, sampai instansi pendidikan. Tujuannya jelas, membentengi generasi muda dari bahaya narkoba.
“Narkoba adalah musuh kita bersama. Kalau tidak dilakukan pencegahan secara kolaboratif, baik di hilir dalam penegakan hukum, di hulu ada peran pemerintah daerah, LSM, seluruh stakeholders terkait, peran dinas pendidikan, peran sekolah semua harus bergerak serentak. Demi meneruskan cita-cita bangsa mewujudkan Generasi Emas 2045,” jelasnya.
Kampung Tangguh Anti Narkoba
Ngomong-ngomong soal komitmen, Polda Riau sudah memulai sesuatu. Mereka menginisiasi pembentukan Kampung Tangguh Anti Narkoba di lima wilayah. Harapannya, kampung-kampung ini bisa jadi benteng perlindungan masyarakat dari bahaya narkoba, sampai ke tingkat desa.
“Kita sudah membentuk 5 kampung tangguh dan insyaallah akan bertambah di minggu ini. Kita akan launching kampung tangguh lainnya yang kita lakukan secara kolaborasi dengan masyarakat,” imbuhnya.
Di sisi lain, penegakan hukum juga terus berjalan. Sepanjang 2025 hingga periode April 2026 ini, sedikitnya 3 ribuan tersangka narkoba sudah ditangkap. Angka yang cukup besar, memang.
“Penegakan hukum terus kita lakukan. Dari 2025 sampai sekarang ada 3 ribuan tersangka yang sudah kita lakukan penangkapan. Kami sudah melakukan berbagai macam upaya. Kami juga berharap peran media untuk terus menginformasikan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Menlu Sugiono Buka Suara soal Sering Absen Rapat dengan DPR: Jadwal Bentrok
Iran Kecam Blokade AS di Teluk Persia, Sebut Setara Serangan Militer dan Siapkan Respons Balasan
Polda Metro Jaya Buka Dialog dengan Serikat Buruh Jelang May Day, Siap Jadi Mediator Hubungan Industrial
Bupati Bone Resmikan Toko Bahan Kue Indo Bake Supply, Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif