HARIAN, PAREPARE
Suasana di markas PSM Makassar tegang. Ada alarm bahaya yang berbunyi nyaring. Pasukan Ramang menghadapi tugas berat di pekan ke-29 Liga Super ini, Kamis (23/4/2026). Mereka harus ke Stadion Gelora BJ Habibie dengan satu misi: memutus kutukan dan keluar dari zona degradasi. Lawannya? Persik Kediri, tim yang sudah lima pertemuan terakhir tak bisa mereka kalahkan.
Ini bukan laga biasa. Bagi PSM, ini momentum penting untuk mengakhiri tren negatif, terutama karena mereka akan bertanding di kandang sendiri, Parepare. Kemenangan adalah sebuah keharusan.
Rekornya memang suram. Dalam lima duel terakhir melawan Macan Putih, PSM cuma mampu meraih empat hasil imbang dan menelan satu kekalahan. Mereka belum menang sama sekali. Terakhir kali mereka menaklukkan Persik itu sudah lama, tepatnya 9 Februari 2023. Kala itu, skor tipis 2-1 untuk kemenangan PSM. Sejak hari itu, dominasi Persik seolah tak terbantahkan.
Jadi, ya, laga kali ini harganya mati. Bukan cuma untuk mengoreksi posisi di papan klasemen yang makin sesak, tapi lebih dari itu: untuk menghapus catatan buruk yang terus menghantui seperti bayangan panjang.
Tekanan itu dirasakan betul oleh asisten pelatih, Ahmad Amiruddin. Ia mengakui timnya sedang berada dalam situasi sulit. Tapi, kata dia, semangat juang belum padam.
“Kami tentu akan terus berupaya untuk bisa keluar dari masa-masa sulit ini. Evaluasi terus kami lakukan, motivasi juga kita berikan, agar para pemain bisa perform dan punya daya juang yang lebih keras lagi,” ujar Amiruddin.
Eks bomber Timnas ini kini mengambil peran lebih dekat dengan skuad. Situasinya memang agak rumit, mengingat posisi pelatih kepala Tomas Trucha yang masih belum jelas. Amiruddin pun harus siap mengemban tanggung jawab ekstra.
“Semuanya menjadi tanggung jawab saya, itu tidak apa-apa. Saya akan mencoba untuk beradaptasi dengan mereka (pemain), melakukan evaluasi, dan mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya,” jelasnya.
Respons Suporter
Di sisi lain, suara dari tribun mulai terdengar. Kekecewaan mulai mengemuka, meski loyalitas tak diragukan. Alamsyah Herman, salah satu pendukung setia, mengaku sangat kecewa dengan hasil imbang melawan Borneo FC di laga sebelumnya.
“Kalau dibilang mendukung tentu kami tetap mendukung. Bagaimana pun juga, saya kan cinta sama PSM, bukan yang lain. Jadi saya berharap di internal tim ini berbenah, jangan sampai akhir musim menyesal,” tuturnya.
Ia punya harapan sederhana: manfaatkan momentum kandang. “Semoga PSM bisa menang, karena ini juga laga kandang. Harus dimaksimalkan sebaik mungkin,” harap Alamsyah.
Nah, semua faktor kini berkumpul. Tekanan besar, rekor buruk yang mengganjal, dan ekspektasi tinggi dari suporter yang terus setia. Laga di Gelora BJ Habibie nanti adalah ujian sesungguhnya bagi jiwa Pasukan Ramang. Mampukah mereka bangkit dan akhirnya mematahkan dominasi Persik Kediri? Atau justru terperosok lebih dalam? Jawabannya akan kita saksikan bersama.
Artikel Terkait
Iran Kecam Blokade AS di Teluk Persia, Sebut Setara Serangan Militer dan Siapkan Respons Balasan
Polda Metro Jaya Buka Dialog dengan Serikat Buruh Jelang May Day, Siap Jadi Mediator Hubungan Industrial
Bupati Bone Resmikan Toko Bahan Kue Indo Bake Supply, Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif
AHY Soroti Ketimpangan Anggaran Infrastruktur: Rp46 Triliun untuk Jalan vs Rp5 Triliun untuk Kereta Api