Rekonstruksi Ungkap Rencana Pembunuhan Mantan Istri untuk Kuasai Harta di Serpong

- Rabu, 22 April 2026 | 13:20 WIB
Rekonstruksi Ungkap Rencana Pembunuhan Mantan Istri untuk Kuasai Harta di Serpong

Di Perumahan Pondok Pakulonan, Serpong Utara, suasana pagi itu sedikit berbeda. Polisi kembali hadir untuk merekonstruksi adegan keji yang merenggut nyawa seorang wanita berinisial I (49). Pelakunya bukan orang lain, melainkan mantan suaminya sendiri, THA alias Bang Tile (41). Dari reka ulang yang digelar, terkuaklah rencana yang lebih gelap dari sekadar emosi sesaat: Tile ternyata merencanakan pembunuhan itu dengan niat menguasai harta sang korban.

“Temuan fakta baru dalam rekonstruksi ini membuktikan bahwa tersangka memang berencana melakukan pembunuhan,” jelas Panit 1 Resmob AKP Pendi Wibison kepada awak media, Selasa (21/4/2026).

“Motifnya jelas, ingin menguasai harta korban.”

Menurut sejumlah saksi, peristiwa berdarah itu terjadi pada Kamis (16/4) lalu. Tapi polisi tak butuh waktu lama. Hanya dalam hitungan jam setelah jenazah ditemukan, Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya sudah berhasil meringkus Tile.

Rekonstruksi itu mengungkap detail yang memilikan. Usai membunuh, Tile langsung mengambil perhiasan yang masih melekat di tubuh mantan istrinya. Barang berharga itu kemudian dia lepas dengan harga murah, hanya Rp 1 juta.

“Untuk emas, gelang maupun cincinnya, dijual seharga 1 juta menurut keterangan tersangka,” kata Pendi.

Lalu uang hasil jualan itu dipakai untuk kabur. “Dia pakai untuk melarikan diri dari Palmerah, terus ke Tanah Abang, sampai ke Jalan Jombang. Naik angkot, kereta, dan kendaraan lain,” sambungnya.


Motif Dendam yang Mendidih

Di balik niat merampas harta, ternyata ada motif lain yang lebih personal: sakit hati. Pendi mengungkapkan, Tile merasa dikhianati. Korban sempat berjanji akan mendanai restoran dari hasil penjualan rumah, namun janji itu seperti menguap. Belum lagi, Tile ketahuan selingkuh oleh korban.

“Itu semua memicu cekcok hebat. Dari situ, niat membunuh muncul,” ungkapnya.

Rekonstruksi yang memuat 38 adegan itu dimulai dari kamar mereka. Pulang kerja, pertengkaran memanas. I konon menampar Tile dengan tangan kiri. Tamparan itu dibalas dengan jambakan dan sekapan ke mulut. Korban yang sudah tak berdaya di lantai, masih terus dianiaya. Aksi sadis itulah yang akhirnya merenggut nyawanya.

Jenazahnya ditemukan tewas pada Kamis, 16 April 2026. Tapi, seperti sudah disebutkan, pelaku tak lama bisa bersembunyi. Kurang dari sehari, tangannya sudah terpasang borgol.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar