Di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, suasana Rabu siang itu cukup hangat. Menteri Luar Negeri Sugiono tampak santai membagikan sejumlah hasil pembicaraan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. Rupanya, selain urusan diplomasi serius, ada topik yang lebih ringan namun disambut antusias: kerja sama budaya, khususnya dunia K-Pop.
Menurut Sugiono, rencana untuk mendatangkan lebih banyak konser K-Pop ke Indonesia memang sedang digodok. Ini bukan tanpa alasan. Penggemar genre musik asal Negeri Ginseng itu di tanah air jumlahnya luar biasa banyak. Jadi, wacana itu muncul sebagai respons atas animo yang sudah ada.
"Dan kemarin juga dalam sebuah percakapan disampaikan kepada, ini khusus untuk penggemar K-Pop, Bapak Presiden berencana untuk meningkatkan jumlah konser bagi para pecinta K-Pop,"
kata Sugiono di hadapan para peserta diskusi di Kantor Staf Presiden.
Namun begitu, ada satu hal yang sempat membuat sang menteri terkejut. Ternyata, di balik gemerlap panggung K-Pop di Korea Selatan, ada wajah-wajah anak bangsa yang turut berkarier di sana. Sugiono mengaku baru mengetahuinya.
"Karena ternyata ada juga, saya juga baru tahu Pak KSP, personel dari grup-grup di sana itu juga ada orang Indonesia yang menjadi personelnya. Forgive my ignorance,"
ucapnya sambil tersenyum. Sebuah pengakuan jujur yang justru membuat suasana jadi lebih cair. Informasi ini, meski mungkin sudah diketahui para penggemar berat, menjadi catatan menarik dalam konteks diplomasi budaya antara kedua negara.
Artikel Terkait
Ekonom: RI Tak Akan Ulangi Krisis 1998, Tantangan Kini Bergeser ke Daya Beli Kelas Menengah
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni 2026
The Super Mario Galaxy Movie Tembus Satu Miliar Dolar AS di Box Office Global
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis