Di halaman kantor Kementerian Sosial di Jakarta Pusat, pagi itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul memimpin apel pembinaan bagi aparatur sipil negara. Didampingi Wakil Menteri Agus Jabo Priyono, ia menyampaikan tujuh poin penting soal transformasi budaya kerja. Intinya jelas: mendisiplinkan diri, meningkatkan efisiensi, dan menjaga integritas dalam setiap pelayanan.
“Kadang-kadang pelaporannya terlambat. Yang penting saja masih terlambat kita,” ujar Gus Ipul, menyinggung soal laporan perjalanan dinas yang molor.
Ia bahkan mendapat teguran langsung dari BPK. “Saya dilaporin oleh BPK, temuan-temuannya salah satunya itu banyak orang perjalanan dinas yang terlambat disampaikan,” sambungnya. Karena itu, arahan pertamanya adalah agar setiap izin dinas diperketat, benar-benar mengikuti prinsip kepatutan.
Lalu, untuk urusan rapat dan koordinasi, Gus Ipul mendorong pemanfaatan pertemuan daring. Tujuannya sederhana: kerja harus lebih efisien. “Tentu layanan yang menyangkut dengan masyarakat kita akan terus optimalkan,” tegasnya. Jadi, efisiensi internal justru harus berbanding lurus dengan kualitas layanan ke publik.
Di sisi lain, ada juga kebijakan yang cukup menarik perhatian. Kementerian ini sedang menyiapkan aturan soal pembatasan kendaraan bermotor. Nantinya, dalam satu hari tertentu setiap pekan, ASN diimbau beralih ke transportasi umum, kendaraan listrik, atau bahkan bersepeda.
“Atau jalan kaki. Itu sehat juga,” seloroh Gus Ipul, menyempurnakan imbauannya.
Ia berharap langkah kecil ini bisa jadi bentuk keteladanan dalam mendukung gerakan ramah lingkungan.
Soal kebiasaan di kantor, Gus Ipul mengingatkan hal-hal yang sering dianggap sepele. Penggunaan energi listrik, air, AC harus lebih bijak. “Kadang-kadang kita merasa nggak ikut bayar, pakai AC juga seenaknya pagi sampai malam, pada saat pulang lembur lupa matiin,” katanya. Intinya, hindari pemborosan.
Yang tak kalah krusial adalah integritas. Menteri secara tegas melarang pertemuan dengan vendor di luar prosedur pengadaan yang resmi. Juga, ditegaskannya larangan menerima apapun di luar mekanisme yang berlaku. Ini semua bagian dari komitmen mewujudkan tata kelola yang bersih.
Keamanan kantor juga jadi perhatian. “Lewat security kita perketat, jangan-jangan banyak orang pake kartu identitas Kemensos ternyata bukan pegawai kita. Masuk kesini dan ke dalam,” ucap Gus Ipul. Pengawasan terhadap akses ke ruang rapat dan identitas pegawai harus lebih ketat.
Terakhir, seluruh pimpinan unit kerja diminta bertanggung jawab penuh atas kedisiplinan dan kinerja staf di bawahnya. Pada penutupan apel, Gus Ipul mengajak semua pegawai mewujudkan Gerakan Indonesia Asri aman, sehat, resik, indah seperti arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Mari kita wujudkan Gerakan Indonesia Asri dari kantor kita. Kita buat kantor kita asri,” ajaknya.
“Jaga toilet-toilet kita, taman-taman kita, dan jaga kebersihan di ruangan kita masing-masing,” tambah Gus Ipul, menutup arahan.
Apel pagi itu dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi Kemensos, seperti Sekjen Robben Rico, beberapa direktur jenderal, serta ribuan pegawai dari berbagai eselon.
Artikel Terkait
Mensos Gus Ipul Laporkan Pembangunan 93 Gedung Permanen Sekolah Rakyat ke Presiden Prabowo
Suroboyo 10K Perdana Sukses, Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Lokal Surabaya
Hasto Kristiyanto Sebut Karakter di Film Ghost in the Cell sebagai Kritik Sosial terhadap Korupsi
BNPB: 80 Persen Karhutla di Aceh Barat Berhasil Dipadamkan, Angin Kencang Jadi Kendala